Putri Puspita Sari
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Ibu tentang Stunting di Desa Tabanggele Kecamatan  Anggalomoare Kabupaten Konawe Putri Puspita Sari; Titi Saparina L; Rahmawati L; Noviati L; Ari Tjahyadi Raifuddin; Abdul Rahim Sya’ban; Mila Sya’ban; Agustriani Sya’ban; Fifin Dwi Elian Elian
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/grqtnr39

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan akibat dari kuranngaya gizi kronik dan infeksi berulang. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, kondisi soisal ekonomi, gizi ibu saat hamil, kurangnya asupan gizi pada bayi ataupun karena infeksi bakteri/virus pada bayi. Kondisi ini menyebabkan balita akan mengalami penghambatan pertumbuhan fisik dan kognitif yang berakibat pada bentuk fisik tubuh dan pola pikir anak dalam penyelesaian masalah. Kejadian gizi buruk dan gizi kurang kini menjadi masalah baru yang hadir dimasyarakat. Upaya penanganan gizi buruk pada balita dan anak telah banyak dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia, mengingat tingginya kasus gizi buruk yang dilaporkan. Berdasarakan data RISKESDAS tahun 2007 sampai dengan 2013 terjadi peningkatan data gizi buruk (0,31%) dan gizi kurang (0,96%) di Indonesia. Hingga tahun 2022 masih terdapat 27,7% angka kejadian stunting di Sulawesi tenggara. Hal ini perlu mendapatkan perhatian untuk menekan prevalensi stunting yang sejalan dengan Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Kasus stunting juga erat kaitanya dengan kecacinganan. Kejadian cacingan berulang pada anak dapat menyebabkan malnutrisi. Stunting dapat menyebabkan cacingan karena merupakan salah satu faktor resiko kecacinganan
EDUKASI CEGAH ISPA SEJAK DINI PADA ANAK SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN VIDEO INTERAKTIF Fitri Yanti; Asfani Yuhadi; Putri Puspita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.582

Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang penyebarannya dapat terjadi melalui droplet saat batuk dan bersin, terutama pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai etika batuk dan bersin melalui metode edukatif yang menarik. Metode: Edukasi menggunakan video interaktif, demonstrasi langsung, dan praktik bersama yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2025 di SDN 2 Lalonggasumeeto dengan jumlah peserta sebanyak 18 siswa. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan praktik sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari 10% siswa yang mengetahui etika batuk dan bersin sebelum penyuluhan menjadi 100% siswa yang mampu menjelaskan dan mempraktikkannya dengan benar setelah kegiatan. Kesimpulan: intervensi edukatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Saran, pihak sekolah diharapkan dapat melanjutkan edukasi secara rutin melalui media visual dan praktik langsung agar perilaku sehat dapat terbentuk secara konsisten di lingkungan sekolah.