Devi Andriani
Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PENYULUHAN DAN PENCEGAHAN INFARK MIOKARD AKUT DI KELURAHAN SAWAH LAMA Zaikar Faisal; Novitasari; Shinta Trimulya; Dian mentari putri; Dinda Aldila; Juliati; Rini Susanti; Ratnasari; Meri Padila; Devi Andriani; Annisa Nurul Islami; Fareza Januwarti; Irwan Mariyadi; Nabila Syafira; Desi Apriyanti; Dwi Koernia Putri; Sirlia Salsabila Bren; Yunita Adriani; Nira Andayani; Melisa Fitri; Wahyu Perdana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.643

Abstract

Latar belakang: Infark Miokard Akut (IMA) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, yang banyak dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan deteksi dini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sawah Lama bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan IMA melalui penyuluhan interaktif dan pemeriksaan kesehatan dasar. Metode: Metode pelaksanaan menggunakan desain One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan 20 peserta. Kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan leaflet, diskusi, sesi tanya jawab, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 65,5 menjadi 97, dengan peningkatan sebesar 50,7% (p < 0,001). Rata-rata kepuasan peserta mencapai 4,77 (kategori sangat puas), menunjukkan efektivitas metode penyuluhan interaktif. Sebagian besar peserta memiliki hasil pemeriksaan kesehatan dalam batas normal, meskipun beberapa perlu pemantauan lanjutan. Kesimpulan: Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan IMA, serta memperkuat peran pemberdayaan komunitas sebagai model pengabdian masyarakat berkelanjutan dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.