Ana Irhandayaningsih
Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN PERPUSTAKAAN RADITYA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 1 LASEM Devi Oktaviana; Ana Irhandayaningsih
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.989 KB) | DOI: 10.14710/jip.v3i1.11-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Perpustakaan Raditya dalam pengembangan pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 1 Lasem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah delapan orang informan. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan analisis model Miles and Huberman. Selanjutnya data direduksi (reduction data), disajikan (display data) dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan dengan mempunyai peranan dalam pengembangan pendidikan karakter siswa SMA Negeri 1 Lasem. Dengan koleksi Perpustakaan Raditya dapat menjadi penggugah aspirasi dan inspirasi untuk melakukan hal-hal positif sesuai dengan apa yang dibacanya, dan akhirnya dapat mempengaruhi pikiran dan kemudian mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Layanan Perpustakaan Raditya mendidik siswa untuk mengikuti proses, alur kegiatan dan kebiasaan di perpustakaan, dengan pembiasaan itu siswa akhirnya terbiasa untuk jujur, tanggungjawab, dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Adanya tata tertib perpustakaan juga dapat membentuk dan membiasakan siswa untuk mematuhi aturan yang ada sehingga dapat membiasakan dan membentuk disiplin dan tanggung jawab siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perpustakaan Raditya berperan dalam pengembangan pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 1 Lasem.
MOTIVASI ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU DALAM MEMANFAATKAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN GEREJA KRISTEN INDONESIA PETERONGAN SEMARANG Adriana Tfaentem; Ana Irhandayaningsih; Amin Taufiq Kurniawan
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.504 KB) | DOI: 10.14710/jip.v4i2.97-105

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi anak-anak sekolah minggu dalam memanfaatkan koleksi di Perpustakaan Gereja Kristen Indonesia Peterongan. Teori yang digunakan adalah teori tentang motivasi.  Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, berjumlah 8 orang yang dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu 3 orang petugas perpustakaan dan 5 orang anak sekolah minggu. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, observasi dan wawancara terstruktur. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Simpulan dari hasil penelitian bahwa anak-anak sekolah minggu dalam memanfaatkan Perpustakaan Gereja Kristen Indonesia dipengaruhi 2 faktor yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi motivasi untuk memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan. Sedangkan faktor ekstrinsik  yang berupa ajakan teman (artinya anak-anak ke perpustakaan bukan karena niatnya sendiri melainkan karena ajakan dari teman), kesesuaian koleksi yang tersedia (artinya koleksi yang dicari oleh anak-anak ada di perpustakaan dan sesuai dengan kebutuhan mereka), fasilitas ruangan (artinya anak-anak merasa nyaman berada di perpustakaan karena perpustakaan tersebut bersih dan dilengkapi dengan AC), dan pelayanan serta sikap petugas (artinya pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan bersifat baik ditambah dengan sikap petugas yang ramah membuat anak-anak berlama-lama membaca di perpustakaan). Saran yang diajukan adalah perbaikan dalam segi pelayanan petugas, fasilitas, dan koleksi-koleksi baru.