Tri Wahyu Hari Murtiningsih
Dosen Pembimbing, Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENYEDIAAN AREA HOTSPOT TERHADAP PEMANFAATAN KOLEKSI DI KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP KOTA SEMARANG Meti Rofiani; Tri Wahyu Hari Murtiningsih
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.538 KB) | DOI: 10.14710/jip.v1i1.7-12

Abstract

Skripsi ini membahas mengenai “Pengaruh Penyediaan Area Hotspot Terhadap Pemanfaatan Koleksi diKantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui sejauh mana penyediaan area hotspot mempengaruhi pemanfaatan koleksi di KantorPerpustakaan dan Arsip Kota Semarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitiankualitatif. Informan yang dijadikan subjek penelitian adalah pengguna Kantor Perpustakaan dan ArsipKota Semarang. Penulis melakukan wawancara dengan 10 (sepuluh) pengguna yang dipilih menjadiinforman berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini denganmenggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil wawancara dengan informan kemudiandianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data danverifikasi (penarikan kesimpulan). Dari hasil wawancara dengan informan, diketahui bahwa sebagianbesar informan telah menggunakan area hotspot untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Hal tersebutdikarenakan koleksi perpustakaan yang kurang lengkap dan kurang up to date. Berdasarkan hasilpenelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara penyediaan area hotspot terhadappemanfaatan koleksi di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang.
EFEKTIFITAS RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) DI KELOMPOK LAYANAN TERBUKA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Muhammad Jevi Rian Aipasha; Tri Wahyu Hari Murtiningsih
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.964 KB) | DOI: 10.14710/jip.v1i1.18-24

Abstract

Penelitian dengan judul “Efektifitas Radio Frequency Identification (RFID) di Kelompok Layanan TerbukaPerpustakaan Nasional Republik Indonesia” ini dilatar belakangi oleh belum adanya pengukuran danevaluasi tentang efektifitas RFID dalam proses sirkulasi. Baik efektifitas dalam penggunaan teknologi selfcheckuntuk membantu proses peminjaman dan penggunaan teknologi book-drop untuk membantu prosespengembalian koleksi di kelompok layanan terbuka Perpustakaan Nasional RI yang berlokasi di Jalan MedanMerdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat. Dengan tujuan agar mengetahui tingkat efektifitas dan bahan evaluasiuntuk melahirkan teknologi yang baru berbasis RFID. Penelitian ini menggunakan metode pendekatankuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemustaka kelompok layanan terbuka PerpustakaanNasional RI, dengan jumlah sampel 46 responden dan 6 informan. Metode pengumpulan data menggunakankuesioner dilengkapi wawancara. Teknik pengolahan data dan analisis kuantitatif menggunakan presentasedan tabulasi hasil kuesioner. Dari hasil penelitian dapat ditarik simpulan bahwa tingkat efektifitas radiofrequency identification (RFID) rendah. Masih banyak responden yang menjawab pernyataan tidak setuju.Dengan perhitungan presentase (P=f/n x 100) untuk aspek kecepatan dalam proses peminjaman denganteknologi self-check, pernyataan tidak setuju berjumlah 51,74%. Dan untuk aspek kecepatan dan fleksibilitasdalam proses pengembalian dengan teknologi book-drop, pernyataan tidak setuju berjumlah 46,09%. Masihbanyaknya pemustaka yang melakukan peminjaman dan pengembalian melalui meja sirkulasi karenakurangnya pengetahuan tentang cara mengoperasionalkan teknologi self-check dan book-drop dan kurangnyaperawatan pada mesin tersebut, sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.