Arief Ramadian Adi Putra
Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM PENGELOLAAN DAN TEMU KEMBALI ARSIP INAKTIF DI KANTOR KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Arief Ramadian Adi Putra; Joko Wasisto
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.368 KB) | DOI: 10.14710/jip.v7i2.91-100

Abstract

Penelitian ini berjudul “Sistem Pengelolaan dan Temu Kembali Arsip Inaktif di Kantor Kecamatan PedurunganKota Semarang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dan temu kembali arsip inaktif diKantor Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif denganpendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini ialah Pengelola Arsip Inaktif di Kecamatan Pedurungansedangkan objek dalam penelitian ini ialah Sistem Pengelolaan dan Temu Kembali Arsip Inaktif di KantorKecamatan Pedurungan Kota Semarang. Metode pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan dan temu kembali arsip inaktif di Kantor KecamatanPedurungan Kota Semarang belum berjalan dengan baik, mulai dari pengelolaan arsip inaktif sampai dengan temukembali arsip inaktif masih menggunakan cara manual. Pengelolaan arsip inaktif di Kecamatan Pedurungandilakukan oleh Subbag Umum dan Kepegawaian dan oleh masing-masing bidang. Kegiatan pengelolaan arsipinaktif sampai temu kembali arsip inaktif masih menggunakan cara manual. Fasilitas yang tersedia untuk saat iniadalah satu lemari di masing-masing bidang dan di Subbag Umum dan Kepegawaian. Sarana dan prasarana yangdisediakan untuk saat ini masih sangat kurang, ruangan yang digunakan untuk pengelolaan arsip inaktif masihmenjadi satu dengan ruanagan kerja. Kendala yang masih menjadi masalah adalah kurangnya fasilitas dan saranaprasarana yang belum memadai, belum adanya ruangan khusus untuk pengelolaan dan penyimpanan arsip inaktif.