Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE TRANSFORMATION OF WOMEN'S ROLES IN PARLIAMENT: BETWEEN EMANCIPATION AND UPHOLDING HUMAN RIGHTS (CASE STUDY IN BANYUWANGI REGENCY) Eka Lestari; Nikmatul Keumala Nofa Yuwono; Etis Cahyaning Putri
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : CV. RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v5i6.4261

Abstract

This study explores the transformation of women's roles in Indonesia's parliamentary institutions, focusing on the intersection between women's emancipation and human rights enforcement at the local level, with Banyuwangi Regency as a case study. The research analyzes how gender equality principles—enshrined in international conventions such as CEDAW and Indonesia's national legislation—are reflected in the political representation and policy contributions of female members of the Banyuwangi Regional People's Representative Council (DPRD). Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through document analysis, interviews with female legislators and human rights activists, and secondary data from the General Election Commission (KPU) and the National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan). The findings indicate that while women's representation in Banyuwangi DPRD has increased following the national 30% gender quota policy, substantive advocacy for women's rights and gender equality remains constrained by patriarchal norms, limited political resources, and institutional barriers. The study concludes that gender transformation in local parliaments like Banyuwangi is ongoing, reflecting both progress and persistent inequality in realizing women's political emancipation and human rights protection.
Pemikiran Moh. Hatta sebagai Inspirasi Gerakan Sosial Gen Z di Era Digital Eva Krismaya; Tyas Ayu Sekarsari; Nabila Dwi Safara; Alya Sofia Faradita; Dinda Mega Lestari; Tri Rahmawati; Etis Cahyaning Putri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran Mohammad Hatta sebagai sumber inspirasi gerakan sosial Generasi Z di era digital. Studi ini berangkat dari fenomena meningkatnya partisipasi Generasi Z dalam berbagai gerakan sosial yang memanfaatkan ruang digital, namun belum sepenuhnya dikaji keterkaitannya dengan nilai-nilai pemikiran tokoh bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah 28 artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang membahas pemikiran Mohammad Hatta, karakteristik Generasi Z, serta dinamika gerakan sosial dan aktivisme digital. Data dianalisis secara kualitatif melalui teknik reduksi data, kategorisasi tema, dan interpretasi konseptual untuk menemukan keterkaitan antara nilai pemikiran Hatta dan praktik gerakan sosial kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Mohammad Hatta, khususnya mengenai demokrasi, keadilan sosial, kemandirian, dan tanggung jawab moral warga negara, memiliki relevansi yang kuat dengan pola gerakan sosial Generasi Z di era digital. Media digital berperan sebagai ruang baru bagi Generasi Z untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut melalui partisipasi kritis, advokasi isu sosial, dan mobilisasi opini publik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Mohammad Hatta tidak hanya bersifat historis, tetapi juga kontekstual dalam menjawab tantangan sosial di era digital. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian ilmu sosial dan humaniora serta menjadi rujukan praktis dalam penguatan pendidikan karakter dan literasi kebangsaan bagi Generasi Z.