Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Efektivitas Pajak Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung Tahun 2020-2024 Purta, Riski Fasha Juniansyah; Suhendro, Saring
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7666

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator utama dalam menilai tingkat kemandirian fiskal suatu daerah. Besarnya PAD sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber penerimaan, terutama dari pajak dan retribusi daerah. Namun, pada kabupaten/kota di Provinsi Lampung masih ditemukan ketidaksesuaian antara tingkat efektivitas penerimaan dengan realisasi PAD yang diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa potensi penerimaan daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas pajak daerah dan efektivitas retribusi daerah terhadap PAD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus sampling. Data yang dianalisis berasal dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) kabupaten/kota se-Provinsi Lampung selama periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik guna mengukur hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pajak daerah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD. Artinya, semakin tinggi tingkat keberhasilan pemerintah daerah dalam merealisasikan target pajak, maka semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan daerah. Sebaliknya, efektivitas retribusi daerah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap PAD, yang mengindikasikan bahwa pengelolaan retribusi masih belum optimal dan belum memberikan kontribusi maksimal. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pengelolaan pajak daerah perlu menjadi prioritas utama, disertai dengan perbaikan sistem pengelolaan retribusi. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat meningkatkan kemandirian fiskal secara berkelanjutan dan mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang dimiliki.