Aritonang, Fitri Sabatri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN LEUKOREA DENGAN PERILAKU VULVA HYGIENE MAHASISWI KEPERAWATAN UNAI Aritonang, Fitri Sabatri; angin, 1. Mori Agustina Br. Perangin-
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56800

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi yang kerap dialami oleh perempuan dalam masa produktif adalah keputihan, atau yang secara medis disebut leukorea. Keputihan patologis dapat menjadi tanda infeksi dan sering berkaitan dengan perilaku kebersihan area genital yang kurang tepat. Pengetahuan tentang leukorea dan vulva hygiene berperan penting dalam upaya pencegahan. Mahasiswi yang tinggal di asrama memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kebersihan organ reproduksi karena penggunaan fasilitas bersama dan keterbatasan sanitasi. Penelitian ini mengkaji mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan yang menetap di asrama Universitas Advent Indonesia guna mengidentifikasi gambaran pengetahuan leukorea, penerapan vulva hygiene, dan keterkaitan antara keduanya. Penelitian kuantitatif cross-sectional ini melibatkan 116 responden melalui teknik total sampling. Data pengetahuan (25 butir) dan perilaku (15 butir skala Likert) dikumpulkan melalui kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan (56,9%) dan perilaku vulva hygiene (69,8%) responden dominan berada pada kategori cukup. Uji Spearman mengonfirmasi adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah (r = 0,286; p = 0,002) antara kedua variabel. Disimpulkan bahwa pengetahuan tentang leukorea berhubungan langsung dengan perilaku kebersihan mahasiswi di asrama. Peningkatan pengetahuan cenderung diikuti oleh peningkatan perilaku, meskipun pengetahuan bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi praktik kebersihan vulva.