Nurdiansyah, Heri Bagus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Fenomenologis Framing Pemberitaan Kasus Kekerasan Domestik di Media Online Nasional dan Lokal Bengkulu Tengah Nurdiansyah, Heri Bagus
JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 1 (2025): JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies
Publisher : CV. Megantara Abdi Nusa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pemberitaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bengkulu Tengah melalui pendekatan fenomenologis dengan menelaah perbedaan narasi antara media online nasional dan lokal. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana media membingkai peristiwa dan mengonstruksi makna pada level teks pemberitaan dalam membentuk pemaknaan pembaca secara konseptual terhadap kasus KDRT, bukan pada pengalaman empiris pembaca. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis isi terhadap sebelas artikel berita yang dipublikasikan oleh empat media online. Proses analisis mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi melalui triangulasi teori komunikasi massa, framing, dan perspektif sosial mengenai kekerasan domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media nasional, seperti Detik.com dan FIN News, lebih menekankan motif pelaku, kronologi awal, serta prosedur hukum, sehingga membentuk konstruksi realitas yang bersifat legal-formal. Sebaliknya, media lokal seperti RakyatBengkulu.com dan Bengkuluekspress.com menonjolkan konteks sosial, respons masyarakat, dan dinamika emosional keluarga, sehingga menghasilkan narasi yang lebih humanistik dan berorientasi pada kedekatan kultural. Perbedaan konstruksi ini berdampak pada pembentukan persepsi publik, sensitivitas sosial, serta pemaknaan terhadap kompleksitas KDRT. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan peran strategis media dalam membentuk wacana publik mengenai kekerasan domestik melalui proses konstruksi naratif yang berbeda berdasarkan orientasi redaksional masing-masing.