Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Ajar Digital Berbasis Kurikulum Merdeka di SMP Ilham, Ilham; Rizqky Galang, Muh.
JANAH: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) "AMANAH"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/janah.v2i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat ajar digital berbasis Kurikulum Merdeka di SMPN 3 Dompu dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa serta mendapatkan respon dari siswa maupun guru. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran konvensional yang masih mengandalkan buku teks dan minim penggunaan media digital. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Sampel penelitian adalah 24 siswa kelas VIII SMPN 3 Dompu. Instrumen penelitian meliputi tes pretest–posttest, kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat ajar digital efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata pretest sebesar 59,0 meningkat menjadi 80,2 pada posttest, dengan seluruh siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Respon siswa terhadap perangkat ajar digital juga sangat positif, di mana 87,5% siswa menyatakan media ini membantu pemahaman materi dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Sementara itu, 90% guru menilai perangkat ajar digital praktis, inovatif, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, meskipun sebagian kecil guru (10%) masih membutuhkan pendampingan teknis. Observasi dan wawancara menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar siswa menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan antusias. Dapat disimpulkan bahwa perangkat ajar digital berbasis Kurikulum Merdeka layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran di SMPN 3 Dompu. Perangkat ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan tuntutan abad ke-21. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pelatihan guru dan dukungan infrastruktur teknologi agar implementasi perangkat ajar digital dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.