Titik Rahmawati
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI SISWA: PENDEKATAN KOLABORATIF UNTUK MENCEGAH RADIKALISME Titik Rahmawati; Ella Izzatin Nada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38029

Abstract

Abstrak: Radikalisme agama merupakan ancaman serius di lingkungan pendidikan yang perlu diantisipasi sejak dini, terutama pada jenjang pendidikan menengah pertama, di mana siswa berada pada fase penting pembentukan sikap keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi siswa MTs melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Metode yang digunakan mengombinasikan pendekatan kualitatif dan Community-Based Research (CBR), dilengkapi angket pretest–posttest untuk menilai efektivitas program. Sebanyak 85 siswa mengikuti rangkaian kegiatan, dan evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman moderasi beragama dari 38% pada pretest menjadi 82% pada posttest, disertai perkembangan sikap yang lebih terbuka, toleransi antarumat beragama, dan penguatan nilai kebangsaan. Temuan ini menegaskan bahwa program penguatan moderasi beragama efektif sebagai langkah preventif dalam menekan potensi tumbuhnya paham radikalisme di lingkungan madrasah.Abstract: Religious radicalism is a serious threat in the educational environment that needs to be anticipated early, especially at the junior high school level, where students are in a crucial phase of forming religious and national attitudes. This community service activity aims to strengthen the understanding of religious moderation among MTs students thru a collaborative and participatory approach. The method used combines qualitative approaches and Community-Based Research (CBR), supplemented with pretest-posttest questionnaires to assess the program's effectiveness. A total of 85 students participated in the series of activities, and the evaluation was conducted by comparing the understanding scores before and after the intervention. The results show an increase in the understanding of religious moderation from 38% in the pretest to 82% in the posttest, accompanied by the development of a more open attitude, interfaith tolerance, and the strengthening of national values. These findings affirm that the religious moderation strengthening program is effective as a preventive measure in suppressing the potential growth of radicalism within the madrasa environment.