Khoirul Anwar
Program Studi Gizi, Universitas Sahid

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN INOVASI PANGAN LOKAL PEKARANGAN RUMAH DAN PEMBUATAN PMT Khoirul Anwar; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Sarah Al’zazilla; Cahya Kamila; Yehezkiel Firman Anugerah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37412

Abstract

Abstrak: Data prevalensi stunting pada anak secara nasional tahun 2024 sudah mencapai 19,8%. Berdasarkan data SSGI 2024, Kota Depok memiliki prevalensi stunting sebanyak 12,5% sehingga membutuhkan intervensi atau strategi terarah untuk menekan angka tersebut. Tingginya kasus disebabkan oleh kurangnya pengetahuan gizi keluarga serta pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal untuk mendukung pertumbuhan anak. Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kognitif anak, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi masa depan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya menekan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dari pekarangan rumah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Paud Wijaya Kusumah, Kelurahan Kedaung, Depok. Terdiri dari 16 peserta yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri Kedaung dan warga setempat. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual, serta adanya praktik langsung. Evaluasi peningkatan pengetahuan mitra dilakukan melalui pengisian pretest dan posttest yang terdiri dari 10 soal, kemudian dilakukan analisis statistik menggunakan SPSS dengan uji paired sample t-test. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan ini berjalan lancar, peserta aktif dan mengikuti kegiatan hingga akhir. Tidak terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, tetapi terdapat peningkatan rata-rata pada hasil pre-test dan post-test peserta. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menekan angka stunting.Abstract: The national prevalence of stunting in children in 2024 has reached 19.8%. Based on SSGI 2024 data, Depok City has a stunting prevalence of 12.5%, requiring targeted interventions or strategies to reduce this figure. The high number of cases is due to a lack of nutritional knowledge among families and the suboptimal use of local foods to support child growth. Stunting not only affects children's health and cognition, but also has an impact on their future economic prospects. The aim of this activity is to increase community knowledge and awareness in order to reduce stunting rates through the use of local food from home gardens. This community service activity was carried out at the Wijaya Kusumah Early Childhood Education Center in Kedaung Village, Depok. It consisted of 16 participants who were members of the Asri Kedaung Women Farmers Group (KWT) and local residents. The methods used were audio-visual counseling and hands-on practice. The evaluation of the partners' knowledge improvement was carried out through the completion of a pretest and posttest consisting of 10 questions, followed by statistical analysis using SPSS with a paired sample t-test. The result obtained was that this activity ran smoothly, with participants actively participating and following the activity until the end. There was no significant increase in participants' knowledge, but there was an average increase in participants' pre-test and post-test results. This activity was an effort to increase public knowledge and attitudes in reducing stunting rates.
EDUKASI PROBIOTIK DAN PEMANFAATAN KOMBUCHA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DAN WARGA KELURAHAN KEDAUNG Avliya Quratul Marjan; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Khoirul Anwar; Andrian Maulana Sungsang Widisantosa; Shofeea Aqeela Hoeda; Putri Mardiyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37411

Abstract

Abstrak: (1) Probiotik merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikroflora usus, meningkatkan imunitas, serta mendukung metabolisme tubuh. salah satu upaya untuk mencegah terjadinya diabetes melitus adalah melalui konsumsi probiotik melalui pemanfaatan minuman fermentasi kombucha. Kota Depok menjadi wilayah sasaran karena angka diabetes melitus masih cukup tinggi. (2) Untuk meningkatkan pengetahuan kelompok wanita tani (KWT) dan warga Kelurahan Kedaung mengenai probiotik dan pemanfaatan kombucha melalui edukasi dan praktik sederhana. (3) Kegiatan dilakukan dengan ceramah dan praktik pembuatan kombucha pada anggota Kelompok Wanita Tani dan warga. Sebanyak 16 peserta mengikuti pre-test dan post-test (4) Terdapat peningkatan skor pengetahuan dari 71,25 menjadi 78,75. Mayoritas responden (62,5%) mengalami peningkatan pengetahuan. Sehingga edukasi probiotik dan pelatihan pembuatan kombucha efektif meningkatkan pengetahuan peserta serta mendukung pemanfaatan minuman fermentasi sebagai upaya pencegahan diabetesAbstract: (1) Probiotics are beneficial microorganisms that maintaining intestinal microflora balance, boosting immunity, and supporting the body's metabolism. one of the ways to prevent diabetes mellitus is through the consumption of probiotics by utilizing kombucha fermented drinks. Kedaung, Depok City, is the target area because the rate of diabetes mellitus is still quite high. (2) To increase the knowledge of the women farmers group (KWT) and residents of Kedaung Village about probiotics and the use of kombucha through education and simple practices. (3) The activity was conducted through lectures and kombucha-making practices for members of the KWT and residents of Kedaung. A total of 16 participants took the pre-test and post-test. (4) There was an increase in knowledge scores from 71.25 to 78.75. The majority of respondents (62.5%) experienced an increase in knowledge. Thus, probiotic education and kombucha-making training effectively increased participants' knowledge and supported the use of fermented beverages as a diabetes prevention measure.