Abstrak: Peningkatan produktivitas dan keberlanjutan budidaya tanaman pepaya di Kabupaten Ogan Ilir sangat bergantung pada efektivitas pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) termasuk hama seperti tungau dan kutu putih. Kedua hama tersebut terutama sering mengalami peningkatan serangan selama musim kemarau, kondisi curah hujan rendah dan kelembaban udara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softkill petani mitra dalam menerapkan pengendalian secara terpadu yang ramah lingkungan (PHT). PHT ini memadukan beberapa metode pengendalian OPT agar hasilnya efisien dan efektif. Metode kegiatan yang digunakan meliputi sosialisasi, bimbingan teknis, dan praktik langsung di lapangan mengenai penggunaan sulfur dan surfaktan sebagai alternatif insektisida yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan diikuti oleh 25 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani pepaya. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan wawancara serta pengisian angket untuk mengukur pemahaman serta keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skill dan pemahaman mitra sebesar 57% dalam mengidentifikasi morfologi hama serta penerapan teknik pengendalian mandiri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat kepada kelompok tani pepaya di Ogan Ilir efektif diterapkan petani dalam menekan populasi hama secara berkelanjutan.Abstract: The productivity and sustainability of papaya cultivation in Ogan Ilir Regency are highly dependent on the effective management of Plant Pests (OPT), particularly mite and mealybug infestations. These pests typically exhibit increased population outbreaks during the dry season, triggered by low rainfall and low humidity levels. This community service program aimed to enhance both the hardskills and softskills of partner farmers in implementing environmentally friendly Integrated Pest Management (IPM). IPM integrates various control methods to achieve efficient and effective results. The methodology employed included socialization, technical guidance, and direct field demonstrations regarding the use of sulfur and surfactants as eco-friendly insecticide alternatives. The program involved 25 farmers from a local farmer group. Evaluation was conducted through interviews and questionnaires to measure the participants' knowledge and skills before and after the intervention. The results indicated a 57% increase in the partners' skills and understanding concerning pest morphological identification and the application of independent control techniques. Consequently, this community service activity in Ogan Ilir has proven effective in empowering farmers to suppress pest populations sustainably.