Abstrak: Remaja masih menghadapi berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi yang benar dan menyeluruh, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan perilaku berisiko apabila tidak diimbangi dengan edukasi yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi remaja, pernikahan dini, dan NAPZA. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan bekerja sama dengan Madrasah Aliyah di Kecamatan Martapura Timur dengan melibatkan 49 santri. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi tanya jawab, pemanfaatan media video dan leaflet, serta permainan edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 40,8% santri mengalami peningkatan nilai pengetahuan, disertai meningkatnya partisipasi dan keterlibatan santri selama proses edukasi. Peningkatan pemahaman juga terlihat pada seluruh topik materi yang disampaikan, sehingga berkontribusi memperkuat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di sekolah.Abstract: Teenagers still face various reproductive health issues influenced by limited access to accurate and comprehensive information, including in religious-based educational environments. This condition has the potential to increase risky behavior if not balanced with appropriate education. This community service activity aimed to increase students' knowledge about adolescent reproductive health, early marriage, and drugs, alcohol, and tobacco. The activity was carried out in the form of health education in collaboration with Madrasah Aliyah in East Martapura District, involving 49 students. The methods used included lectures, question and answer discussions, the use of videos and leaflets, and educational games. Evaluation was conducted by measuring knowledge before and after the activity using a questionnaire. The results of the activity showed that 40.8% of students experienced an increase in knowledge scores, accompanied by increased participation and involvement of students during the education process. An increase in understanding was also seen in all topics covered, so this activity contributed to strengthening knowledge of adolescent reproductive health in the school environment.