Gelar Alam Ramdhaniawan
Program Studi Sistem Informasi, STMIK IM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM E-ASPIRASI BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PUBLIK DALAM PELAYANAN PEMERINTAHAN KELURAHAN Gelar Alam Ramdhaniawan; Hendra Gunawan
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 2 (2026): FORTHCOMING ARTICLES : JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2591

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan unsur penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang transparan dan responsif. Namun, mekanisme penyampaian aspirasi masyarakat di Desa Kebon Jeruk masih dilakukan secara manual melalui kotak saran, surat tertulis, atau komunikasi langsung dengan pejabat desa. Kondisi ini menimbulkan sejumlah masalah, antara lain lambatnya proses verifikasi laporan, risiko hilangnya dokumen, serta keterbatasan transparansi terkait status tindak lanjut aspirasi yang diajukan. Tantangan-tantangan ini menunjukkan perlunya sistem informasi yang dapat meningkatkan efisiensi, ketertelusuran data, dan transparansi dalam pengelolaan aspirasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas aplikasi E-Aspirasi sebagai platform digital yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian dan Pengembangan (R&D). Sistem tersebut dikembangkan menggunakan model Waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan pejabat desa dan anggota masyarakat. Fungsi sistem diuji menggunakan metode Black Box Testing, sedangkan analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-Aspirasi meningkatkan efisiensi dan transparansi administrasi. Waktu verifikasi laporan berkurang dari dua hingga empat hari menjadi sekitar satu hari, sehingga meningkatkan efisiensi sebesar 50–75%. Selain itu, fitur pemantauan dan respons secara real-time meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendukung penerapan tata kelola yang baik di tingkat lokal.