Bahtiar Bahtiar
Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dynamics of Population and Secondary Productivity of Isognomon isognomum Clams (Bivalvia: Isognomonidae) in the Waters of Tapulaga Beach, Konawe Aita Rahma Kartika Jumain; Bahtiar Bahtiar; Abdul Hamid
Jurnal Moluska Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Masyarakat Moluska Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54115/jmi.v10i1.158

Abstract

ABSTRACT Isognomon isognomum is a bivalve species widely harvested as a local food resource, yet its natural populations show signs of decline. This study aimed to estimate the secondary productivity of I. isognomum in the coastal waters of Tapulaga, Southeast Sulawesi. Field sampling was conducted from September 2024 to February 2025, yielding a total of 360 individuals. Shell length and total weight were measured using a caliper and an analytical balance, respectively. Ash-free dry mass (AFDM) was obtained by combusting dried tissues in a muffle furnace at 600°C for four hours. Density, growth, production, and biomass were analyzed using the Mann–Whitney test, ELEFAN (FiSAT II), and standard ecological productivity formulas. Density analysis showed the highest abundance in December (14 ind/m²) and the lowest in January (9.78 ind/m²). The Mann–Whitney test (p < 0.05) indicated significant differences between December and January compared to other sampling months. Growth parameters revealed an asymptotic length (L∞) of 13.80 cm and a growth coefficient (K) of 0.71. The highest production occurred in the 6.9–7.8 cm size class, reaching 1,181.97 g AFDM/m²/year, while peak biomass (10,703.42 g AFDM/m²) was recorded in the 8.9–9.8 cm size class. The mean P/B ratio was 0.12/year, suggesting a low recovery potential for I. isognomum populations. Keywords: Isognomon isognomum, secondary productivity, Tapulaga coast ABSTRAK Isognomon isognomum merupakan bivalvia yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan dan cenderung populasinya menurun di alam. Studi ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas sekunder kerang I. isognomum di perairan Pantai Tapulaga Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024-Februari 2025. Jumlah sampel yang dikumpulkan selama penelitian sebanyak 360 individu. Sampel kerang diukur panjang cangkangnya dan beratnya masing-masing menggunakan jangka sorong, dan timbangan analitik. Massa kering bebas abu (MKBA) didapatkan dengan membakar daging kering menggunakan tanur selama 4 jam pada suhu 600°C. Data kepadatan, pertumbuhan, produksi dan biomassa masing-masing dianalisis menggunakan uji Mann Whitney, ELEFAN (FiSAT II), dan formula yang telah baku. Hasil analisis kepadatan menunjukkan kepadatan kerang I. isognomum tertinggi pada bulan Desember dan terendah pada bulan Januari dengan nilai masing-masing sebesar 14 dan 9,78 ind/m2. Hasil uji Mann Whitney (p<0.05) menunjukkan ada perbedaan signifikan antara bulan Desember dan Januari dari bulan-bulan lainnya. Parameter pertumbuhan (panjang maksimum dan koefisien pertumbuhan) masing-masing sebesar L∞ = 13,80, dan K = 0,71. Produksi kerang tertinggi ditemukan pada ukuran 6,9-7,8 cm dengan nilai 1.181,97g mkba/m2/thn dan biomassa tertinggi ditemukan pada ukuran 8,9-9,8 cm sebesar 10.703,42 g mkba/m². Nilai rata-rata rasio P/B keseluruhan sebesar 0,12/tahun yang berarti bahwa kemampuan pulih kerang I. isognomum berada dalam kategori rendah. Kata Kunci: Isognomon isognomum, Produktivitas sekunder, Pantai Tapulaga
Temporal Variation in the Reproduction Biology of the Wader Tree Oyster (Isognomon isognomum) in the Waters of Tapulaga Salsia; Bahtiar Bahtiar; Asriyana
Jurnal Moluska Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Masyarakat Moluska Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54115/jmi.v10i1.159

Abstract

ABSTRACT Bade-bade mussels (I. isognomum) are filter feeder organisms and are used by the community as foodstuffs, so intensive use has the potential to affect growth and reproduction in natural habitats. This study was to analyze the temporal variation of the reproductive biology of clam I. isognomum in the waters of Tapulaga Beach. This research was conducted from September 2024 to February 2025. Shellfish I. isognomum was taken by purposive random sampling with a total sample of 360 individuals. Furthermore, the scallop samples were measured in length, width, total weight, and weight of wet meat using a caliper (0.05 cm) and a digital scale (0.01 g). Furthermore, the gonads were weighed using an analytical scale (0.0001 g) at the Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Halu Oleo University. The data were analyzed descriptively quantitatively using Chi-Square test methods, gravimetric, and nonlinear regression. The results of the study showed that the sex ratio of male and female mussels was not equal to 1:1 with a ratio of 1:1.73. TKG IV is found almost every month and the peak of spawning occurs in December. The highest IKG of males and females were found in December ranging from 1.61-1.75. The first time the gonads mature is based on the analysis of 50% Lmaturity, which is in the range of 8.9 cm and 9.4 cm.. Keywords: Reproductive biology, Isognomon isognomum, Tapulaga Beach Waters ABSTRAK Kerang bade-bade (I. isognomum) merupakan organisme filter feeder dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan, sehingga pemanfatan yang intensif berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan reproduksi di habitat alami. Penelitian ini untuk menganalisis variasi temporal biologi reproduksi kerang I. isognomum di perairan Pantai Tapulaga. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 hingga Februari 2025. Kerang I. isognomum diambil secara purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 360 individu. Selanjutnya sampel kerang diukur panjang, lebar, berat total, dan berat daging basah menggunakan jangka sorong (0,05 cm) dan timbangan digital (0,01 g). Selanjutnya gonad ditimbang menggunakan timbangan analitik (0,0001 g) di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan metode uji Chi-Square, gravimetrik, dan regresi non linear. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin kerang jantan dan betina tidak sama dengan 1:1 dengan rasio perbandingan sebesar 1:1,73. TKG IV hampir ditemukan pada setiap bulannya dan puncak pemijahan terjadi di bulan Desember. IKG tertinggi jantan dan betina di temukan di bulan Desember berkisar 1,61-1,75. Pertama kali matang gonad berdasarkan analisis Lmaturity 50% yaitu kisaran 8,9 cm dan 9,4 cm. Kata Kunci: Biologi reproduksi, Isognomon isognomum, Perairan Pantai Tapulaga