Adipo Rahman
Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGOLAHAN JERAMI PADI DENGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SEBAGAI PENDUKUNG GOOD AGRICULTURAL PRATICES (GAP) PADA PETANI KOPI RAKYAT Fatardho Zudri; Fefriyanti DS; Adipo Rahman; Fery Endang Nasution
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.%p

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang sebagian besar dikelola oleh perkebunan rakyat. Namun demikian, produktivitas kopi rakyat masih relatif rendah akibat terbatasnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta minimnya pemanfaatan input pertanian yang berkelanjutan. Kondisi ini juga terjadi di Nagari Tabek Sirah Talu, Kabupaten Pasaman Barat, di mana petani kopi masih menerapkan sistem budidaya tradisional dan belum mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian, khususnya jerami padi. Jerami padi yang tersedia melimpah di sekitar lokasi umumnya dibakar atau dibiarkan tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi usaha tani kopi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani kopi rakyat melalui penerapan GAP dan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis jerami padi sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan dan konsep ekonomi hijau. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi lapang, serta pendampingan partisipatif kepada kelompok tani mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik budidaya kopi sesuai prinsip GAP, serta kemampuan dalam memproduksi dan mengaplikasikan pupuk kompos jerami padi secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan perilaku petani dalam pengelolaan limbah pertanian dan mengurangi ketergantungan terhadap input kimia. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan, memperbaiki pengelolaan sumber daya lokal, serta memperkuat peran kelompok tani sebagai agen perubahan di tingkat lokal.