Muslim Afandi
Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMETAAN SOSIAL EKONOMI DAERAH PENYANGGA KAWASAN TAHURA (TAMAN HUTAN RAYA) KANJENG PANGERAN MENAGKUNAGORO I DI DESA TENGKLIK KECAMATAN TAWANG MANGU KABUPATEN KARANGANYAR Muslim Afandi; Sumino; Daryanto; Fahruzzaman; Bejo SIbet
Jurnal Wawasan Nusantara, Scope Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Wawasan Nusantara
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kebijakan dan pergantian fungsi Gunung Lawu sebagai hutan lindung dibawah pengelolaan TAHURA KGPAA Mangkunagoro I dengan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor SK : 499/MENLHK/SETJEN/PLA.2/5/2023 tanggal 22 Mei 2023. Dalam perubahan ini tentu akan berpotensi menimbulkan dampak ke berbagai sektor kehidupan masyarakat penyangga hutan. oleh karena itu, diperlukan kajian pemetaan sosial ekonomi. Pemetaan sosial ekonomi merupakan salah satu pendekatan dalam mengetahui kondisi masyarakat berdasarkan indikator tertentu. Pemetaan sosial ini digambarkan secara visual dengan mengintegrasikan antara data sosial dengan data spasial. Untuk mengenali data sosial diperlukan analisis yang tajam dengan mengacu pada kondisi sumber penghidupan berkelanjutan yang ada di Desa Tengklik Kecamatan Tawang Mangu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah tahun 2024. Pendekatan kajian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif partisipatif. Informan penelitian ini adalah 30 orang dengan komposisi 47% laki-laki dan 53% perempuan. Lokasi asesmen merupakan kawasan penyangga Taman Hutan Raya (TAHURA) KGPAA Mangkunagoro I. Pengumpulan data sekunder meliputi studi pustaka, dokumen, dan jurnal terkait. Sedangkan, data primer melalui observasi, wawancara, teknik PRA dan RRA. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis naratif deskriptif. Dimana dalam kajian partisipatif ini akan menggambarkan tentang berbagai infrastruktur dasar, analisis kerentanan, potensi dan masalah yang ada di masyarakat.
Inovasi Sosial dan Regenerative Agriculture dalam Pemberdayaan Petani Lahan Kering di Hulu Sub DAS Pusur Muslim Afandi; Titik Suzana; Rama Zakaria; Joko Santoso
AKSIOLOGI: Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2026): AKSIOLOGI: Journal Community Development
Publisher : CV Omah Kreaor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/aksiologi.v2i2.59

Abstract

Kawasan hulu Sub DAS Pusur menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan sosial-ekonomi, seperti rendahnya penerapan prinsip konservasi lahan, keterbatasan akses masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta tingginya risiko bencana erupsi Merapi. Kondisi tersebut berdampak pada keberlanjutan sistem pertanian dan kesejahteraan petani lahan kering. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi sosial dalam pemberdayaan petani lahan kering melalui penerapan regenerative agriculture di kawasan hulu Sub DAS Pusur. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok tani, pemerintah desa, komunitas lokal, dan pengelola TNGM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), wawancara mendalam, pemetaan sosial-spasial, kalender musim, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan regenerative agriculture mendorong perubahan perilaku petani dalam pengelolaan lahan, terutama melalui penerapan pola tanam berbasis konservasi, penggunaan pupuk organik, serta pengembangan komoditas alternatif seperti kopi, anggrek, bunga krisan, dan teh lokal. Selain itu, inovasi sosial yang dibangun melalui kolaborasi multipihak berhasil memperkuat partisipasi masyarakat, mengurangi disharmonisasi hubungan antara masyarakat dan pengelola TNGM, serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap konservasi kawasan hulu. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian inovasi sosial berbasis regenerative agriculture dalam konteks pemberdayaan masyarakat di kawasan hulu DAS yang rentan terhadap degradasi lingkungan dan risiko bencana.