Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Dalam Pemetaan Risiko Bencana Untuk Perencanaan Kota Tangguh Boby Indra Purnawan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7596

Abstract

Perencanaan kota modern membutuhkan pendekatan berbasis data spasial untuk mengantisipasi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, urbanisasi pesat, dan degradasi lingkungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) muncul sebagai teknologi kunci yang mampu mentransformasi data geospasial menjadi informasi strategis untuk pengelolaan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pemanfaatan SIG dalam pemetaan risiko bencana sebagai instrumen penting untuk mewujudkan kota tangguh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur sistematis dan analisis kasus, dengan mengumpulkan dan mensintesis data dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan publikasi terkait. Hasil analisis mengungkapkan bahwa SIG berfungsi multifungsi, tidak hanya sebagai alat visualisasi pemetaan zona rawan bencana, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang canggih. SIG memungkinkan integrasi data multidisiplin termasuk data fisik, sosial, ekonomi, dan infrastruktur untuk memodelkan kerentanan dan kapasitas secara komprehensif, sehingga mampu menghasilkan skenario mitigasi dan rencana kontinjensi yang berbasis bukti. Implikasi dari temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan SIG yang efektif dalam perencanaan kota tangguh memerlukan prasyarat penting, yaitu kolaborasi lintas sektor yang kuat, ketersediaan data yang terstandarisasi dan mutakhir, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi geospasial. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa SIG bukan sekadar alat teknis, melainkan fondasi strategis untuk pembangunan berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas ancaman bencana di kawasan perkotaan.
KETAHANAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAMBI: PERAN DIVERSIFIKASI EKONOMI DALAM MENGHADAPI GUNCANGAN PEMBANGUNAN Boby Indra Purnawan; Ahmad Dhoifullah
Jurnal Development Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v14i1.801

Abstract

Ketahanan ekonomi wilayah menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan daerah karena menentukan kemampuan suatu wilayah dalam mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah berbagai dinamika pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat diversifikasi ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Jambi serta menguji pengaruh diversifikasi ekonomi terhadap ketahanan ekonomi wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk panel yang mencakup 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi selama periode 2020–2024 dengan total 55 observasi. Variabel penelitian terdiri atas ketahanan ekonomi wilayah sebagai variabel dependen dan diversifikasi ekonomi sebagai variabel independen. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel melalui tahapan uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat diversifikasi ekonomi berbeda antarwilayah. Kota Jambi memiliki tingkat diversifikasi ekonomi tertinggi, sedangkan Tanjung Jabung Timur memiliki tingkat diversifikasi terendah. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa diversifikasi ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan ekonomi wilayah dengan nilai koefisien sebesar 15,0156 dan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,9945 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi ketahanan ekonomi wilayah dengan sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah dengan struktur ekonomi yang lebih beragam memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam mempertahankan stabilitas pembangunan ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian ketahanan ekonomi wilayah serta menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada penguatan diversifikasi ekonomi sebagai strategi meningkatkan ketahanan ekonomi wilayah secara berkelanjutan.