Fenomena derasnya arus informasi digital di era media sosial menimbulkan tantangan tersendiri karena konten yang tidak terfilter dapat mengaburkan bahkan menyaingi kebenaran Firman Allah. Mazmur 119, sebagai pasal yang menegaskan kemurnian, keajegan, dan keandalan Firman Allah sebagai pedoman hidup, menjadi dasar teologis utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi umat Kristen terhadap kebenaran Firman Allah berdasarkan prinsip Mazmur 119, serta menilai bagaimana informasi digital dapat mendukung maupun mengganggu proses penyampaian kebenaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah berupa: (1) pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap delapan narasumber yang terdiri dari pendeta dan pelayan jemaat, (2) transkripsi dan pengelompokan data berdasarkan tema, (3) analisis tematik untuk mengidentifikasi pandangan narasumber mengenai kebenaran Firman Allah dan penggunaan informasi digital, serta (4) penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan dan kajian literatur. Pemilihan narasumber dilakukan secara purposif untuk memperoleh representasi yang memadai dari berbagai konteks pelayanan gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas narasumber memandang informasi digital sebagai sarana yang sangat relevan dan strategis dalam menyampaikan Firman Allah di era modern. Namun demikian, mereka juga menekankan adanya risiko signifikan berupa konten rohani yang tidak kredibel, ajaran yang menyimpang, dan hoaks keagamaan yang beredar cepat di media sosial. Karena itu, para narasumber menilai bahwa literasi digital dan kemampuan menilai kebenaran berdasarkan Firman Tuhan merupakan kebutuhan mendesak bagi jemaat masa kini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Firman Allah harus tetap menjadi tolok ukur mutlak dalam menilai setiap bentuk informasi digital. Gereja perlu memanfaatkan media digital secara bijaksana dan kreatif, sekaligus membimbing jemaat agar mampu menyaring, menguji, dan mengonfirmasi setiap informasi berdasarkan kebenaran Alkitabiah. Dengan demikian, arus digital bukan menjadi ancaman, tetapi justru sarana efektif bagi pewartaan kebenaran yang sejati.