Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis dan tingkat kerusakan perkerasan aspal pada ruas Jalan Raya Kepohbaru–Gunungsari menggunakan metode evaluasi Direktorat Jenderal Bina Marga. Ruas jalan ini merupakan penghubung antar kecamatan yang penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang, namun mengalami penurunan kondisi akibat beban lalu lintas, umur perkerasan, dan faktor cuaca. Metode penelitian dilakukan melalui survei visual langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan utama, meliputi retak buaya, retak memanjang, lubang (potholes), stripping, dan kerusakan tepi. Kerusakan diklasifikasikan sesuai standar Bina Marga, kemudian dihitung luas dan persentasenya untuk memperoleh nilai kondisi jalan serta dasar penentuan prioritas penanganan. Hasil analisis menunjukkan dominasi kerusakan berupa retak buaya dan lubang, dengan tingkat kerusakan berada pada kategori sedang hingga berat. Nilai kondisi jalan rata-rata diperoleh sebesar 1,9 (19/10). Prioritas penanganan dihitung menggunakan rumus Urutan Prioritas = 17 − (Kelas LHR + Nilai Kondisi Jalan), sehingga diperoleh Urutan Prioritas = 17 − (5 + 1,9) = 10,1. Nilai >7 termasuk kategori Prioritas A, yang berarti ruas jalan masuk program pemeliharaan rutin untuk meningkatkan kenyamanan berkendara (riding quality) tanpa menambah kekuatan struktur. Meskipun demikian, mengingat kerusakan tergolong sedang hingga berat, diperlukan tindakan penanganan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari tambalan, pelapisan ulang (overlay), hingga rekonstruksi sebagian pada segmen tertentu. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan pemeliharaan dan rehabilitasi jalan agar fungsi layanan jalan kembali optimal serta mendukung kelancaran transportasi dan perekonomian wilayah.