Khoirul Rosyadi
Attache of Education, Embassy of Indonesia in Moscow, Russia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kekerasan Simbolik Dalam Berpacaran : Kekerasan Simbolik Dalam Berpacaran Studi Kasus Pada Remaja Di Dusun Karang Anyar Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal Fika_N Fika Nuraini; Khoirul Rosyadi
Jurnal Partisipatoris Vol. 7 No. 01 (2025): March
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp.v7i01.34516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terjadinya kekerasan simbolik serta menerapkan mekanisme eufemisme dan sensor yang terjadi dalam hubungan berpacaran di kalangan remaja di Dusun Karang Anyar, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal. Kekerasan simbolik didefinisikan sebagai kekerasan yang dilakukan melalui bahasa, tindakan, atau simbol yang secara tidak langsung merendahkan, menghina, atau mendominasi pihak lain. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu digunakan sebagai acuan dasar untuk mendeskripsikan terjadinya kekerasan simbolik serta penerapan mekanisme eufemisme dan sensor, yang akan membawa pada kesimpulan penelitian. Data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder, dengan teknik purposive sampling untuk pemilihan informan. Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta verifikasi dan validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam berpacaran pada remaja sering terjadi dalam bentuk ejekan, sindiran, pengendalian sosial melalui media sosial, dan manipulasi emosional. Mekanisme eufemisme dan sensor ditemukan saling bersinergi dalam memfasilitasi terjadinya kekerasan simbolik dalam hubungan berpacaran.