Dunia anak-anak selalu dekat dengan dunia kisah. Namun, sangat disayangkan bahwa pada zaman ini kisah-kisah yang sangat dekat dengan anak-anak adalah kisah yang bersifat imajinatif sehingga anak-anak lebih mengenal karakter-karakter tokoh yang fiktif dibandingkan dengan tokoh-tokoh dan kota-kota yang hakikatnya harus mereka ketahui. Kisah dalam al-Qur’an sebaiknya harus selalu disajikan kepada anak-anak dengan gaya dan sajian yang sesuai dengan mereka. Salah satu dari usaha yang telah dilakukan adalah buku Kisah Kota-Kota dalam Al-Qur’an karya Rani Yulianty. Penelitian ini dilakukan dengan metode library research dengan mengambil sample dari 12 kisah kota yang terdapat dalam buku tersebut. Penelitian ini fokus pada metode penyampaian kisah dalam buku tersebut berikut kelebihan dan kekurangangan yang ada. Penelitian ini mengungkap sesuatu yang baru dalam penyampaian kisah untuk usia dini khususnya dalam hal kisah kota-kota dalam al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode penyampaian Kisah Kota-Kota dalam Al-Qur’an karya Rani Yulianty menggunakan penyajian visualisasi, gambar, ornamen, dan metode komik. Kelebihan dari buku ini menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami bagi anak-anak, memiliki visualisasi yang bagus dengan menampilkan letak dan gambaran kota tersebut dan banyak game yang menarik buat anak-anak. Buku ini kurang dalam hal tidak memasukkan pelajaran penting atau mengambil kesimpulan di akhir setiap kisah kota yang disajikan, penulisnya lebih cenderung menyampaikannya secara umum di halaman terakhir buku.