Akhmad Sulthoni
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Concepts and Methods of Story telling Al-Qur'an Stories for Early Childhood: A Study of the Book of Kisah Kota-Kota Dalam al-Qur’an by Rani Yulianty Ahmad Teza; Akhmad Sulthoni; Edy Wirastho
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24309

Abstract

Dunia anak-anak selalu dekat dengan dunia kisah. Namun, sangat disayangkan bahwa pada zaman ini kisah-kisah yang sangat dekat dengan anak-anak adalah kisah yang bersifat imajinatif sehingga anak-anak lebih mengenal karakter-karakter tokoh yang fiktif dibandingkan dengan tokoh-tokoh dan kota-kota yang hakikatnya harus mereka ketahui. Kisah dalam al-Qur’an sebaiknya harus selalu disajikan kepada anak-anak dengan gaya dan sajian yang sesuai dengan mereka. Salah satu dari usaha yang telah dilakukan adalah buku Kisah Kota-Kota dalam Al-Qur’an karya Rani Yulianty. Penelitian ini dilakukan dengan metode library research dengan mengambil sample dari 12 kisah kota yang terdapat dalam buku tersebut. Penelitian ini fokus pada metode penyampaian kisah dalam buku tersebut berikut kelebihan dan kekurangangan yang ada. Penelitian ini mengungkap sesuatu yang baru dalam penyampaian kisah untuk usia dini khususnya dalam hal kisah kota-kota dalam al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode penyampaian Kisah Kota-Kota dalam Al-Qur’an karya Rani Yulianty menggunakan penyajian visualisasi, gambar, ornamen, dan metode komik. Kelebihan dari buku ini menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami bagi anak-anak, memiliki visualisasi yang bagus dengan menampilkan letak dan gambaran kota tersebut dan banyak game yang menarik buat anak-anak. Buku ini kurang dalam hal tidak memasukkan pelajaran penting atau mengambil kesimpulan di akhir setiap kisah kota yang disajikan, penulisnya lebih cenderung menyampaikannya secara umum di halaman terakhir buku.
Humiliation as a Consequence of Human Offenses (A Study of the Interpretation of the Verses of Azabulkhizyi from the Perspective of Tafsir al-Maraghi) Muhammad Farhan Gafinda; Akhmad Sulthoni; Akhmadiyah Saputra
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24313

Abstract

Every human being has consequences for what they have done. Especially because of their lack of faith and trust in themselves. Allah has warned his servants about the consequences of doing things that Allah has forbidden. One of them is punishment. Although there have been several essays on doom, the author tries to convey how to avoid doom. The word doom means God's punishment that is rewarded to humans who violate religious prohibitions. doom also means all kinds of suffering (misery). There are many assumptions about the cruelty of God about the punishment given but not realizing the mistakes that have been made. This study examines the interpretation of the word doom in Tafsir al-Maraghi by Sheikh Ahmad Mustafa al-Maraghi. This study focuses on two main things: first, the interpretation of Shaykh Ahmad Mustafa al-Maraghi on the verses related to punishment. Second, how efforts to avoid doom in Tafsir al-Maraghi. The research method used is library research with a thematic approach using the Qur'an and Tafsir al-Maraghi as the main source. The results and conclusions show that al-Maraghi's interpretation of the verses of azabulkhizyi is interpreted as an act that causes Allah's punishment to befall humans. These actions include disobeying and fighting Allah and His Messenger, showing hypocrisy, spreading false teachings, and doing vain deeds. This finding indicates that azabulkhizyi tells how the consequences of human beings about what they have violated from Allah's provisions.