Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi gender dalam pengelolaan sumber daya pesisir pada rumah tangga nelayan tangkap dan relevansinya dengan pandangan teori feminism liberal terhadap hasil temuan penelitian tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongali Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan dengan jumlah informan sebanyak 15 kepala keluarga nelayan, yang diperoleh secara purposive sampling. Data diperoleh melalui teknik observasi, dan wawancara, dan hasilnya dideskripsi secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi gender dalam pengelolaan sumber daya pesisir pada rumah tangga nelayan tangkap berlangsung pada pada hampir seluruh aktivitas pengelolaan sumber daya pesisir, kecuali pada aktivitas penangkapan ikan. Khusus pada aktivitas penangkapan ikan, kaum istri (perempuan) tidak dilibatkan, menurut pandangan para suami (laki-laki) dikarenakan dalam aktivitas ini pekerjaan melaut membutuhkan tenaga yang kuat dalam menghadapi tantangan alam yang maha keras, sehingga istri (perempuan) tidak pantas untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Dari sudut pandang feminisme liberal adanya pandangan seperti ini menunjukkan bahwa peran kekuasaan suami (laki-laki) masih dominan sehingga kesetaraan dan keadilan gender belum sepenuhnya bisa terwujud dalam aktivitas pengelolaan sumber daya pesisir. Hal ini bertentangan dengan pandangan para feminsme liberal yang berkeinginan untuk menghapuskan ketidak adilan gender dari sistem patriarki, yang masih menjadi “tembok penghalang” lahirnya kesetaraan gender..