Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi media massa terkait berita tentang lingkungan dan bencana pada generasi muda di Desa Bulukerto, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini meggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teori Konstruksi Atas Realitas Sosial dari Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun desa tersebut pernah diterjang banjir bandang November tahun 2021 lalu. Namun, konstruksi media massa terhadap generasi muda di desa tersebut tidak besar. Penyebab utamanya karena berita tentang lingkungan dan bencana tidak banyak muncul di media lokal daerah, karena generasi muda lebih banyak mengakses media sosial dibanding media massa mainstream, serta mereka kurang memahami masalah lingkungan dan bencana. Persoalan itu ternyata tidak sederhana, karena musim hujan terjadi tiap tahun, banjir besar di kawasan itu masih mungkin terjadi karena berbagai sebab, antara lain karena memang curah air hujan yang besar, juga karena terjadinya penebangan pohon di kawasan hutan di lingkungan desa Bulukerto. Kesimpulan menunjukkan bahwa konstruksi media pada generasi tidak memberikan pengaruh besar, karena generasi muda lebih banyak mengakses media social daripada media mainstream. Olehnya itu, diperlukan dua hal pokok untuk mengatasinya, pertama meningkatkan pemahaman generasi muda terkait lingkungan dan bencana, kedua perlunya peningkatan kuantitas dan kualitas pemberitaan masalah lingkungan dan bencana di media massa dan di media social.