Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam mencegah kekerasan seksual pada anak di Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsi. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih informan penelitian ini. Hasil studi menunjukkan bahwa orang tua di Kecamatan Gu melakukan banyak hal, seperti: 1. Berkomunikasi dengan anak-anak dengan bebas. Membangun jalur komunikasi yang efektif dengan anak-anak sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan hubungan, 2. Mengajarkan anak-anak tentang kekerasan seksual sesuai usia mereka. Orang tua harus memberi tahu anak-anak mereka secara menyeluruh tentang pelecehan seksual, 3. Memerhatikan anak-anak di lingkungan sekitar mereka Orang tua harus selalu melihat dan mengawasi bagaimana anak-anak mereka berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya, 4. Mendengarkan anak-anak dan percaya pada mereka Orang tua harus menyadari bahwa anak-anak mereka berharga sebagai individu yang mandiri yang memiliki pendapat dan perasaan mereka sendiri. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para orang tua di Kecamatan Gu, yaitu: 1. Latar belakang pendidikan orang tua. Orang tua yang menghargai pendidikan mengetahui bagaimana hal itu berdampak pada anak-anak mereka, 2. Pekerjaan orang tua: Kemampuan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka bergantung pada pekerjaan mereka, 3. Ketiadaan pengetahuan dan kesadaran Beberapa orang tua mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang indikasi kekerasan seksual atau cara menghindarinya, 4. Kurangnya komunikasi dengan anak. Akibat dari kurangnya komunikasi ini dapat sangat beragam, termasuk kehilangan kepercayaan diri anak.