Perkembangan media sosial saat ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan siswa. Untuk siswa, media sosial berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat persahabatan dan mendukung proses pembelajaran kolaboratif. Namun demikian, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat secara langsung mempengaruhi kualitas interaksi sosial seperti melemahkan keterampilan komunikasi, mengurangi sensitivitas sosial, dan meningkatkan risiko isolasi sosial dan perilaku sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa di SD Kartasura menyikapi kemajuaan teknologi digital yang berkembang pesat pada era sekarang dan memahami apakah media sosial dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antar siswa baik di dunia nyata maupun dunia maya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memberikan dampak positif, seperti memperluas jaringan sosial siswa, memudahkan akses informasi, serta memungkinkan siswa untuk berbagi pengalaman dan memperkuat koneksi dengan teman sebaya. Selain itu, media sosial juga dapat menjadi sarana pengembangan minat dan bakat jika digunakan secara tepat. Sedangkan dampak negatifnya yaitu seperti penurunan kualitas interaksi tatap muka, meningkatnya ketergantungan terhadap validasi digital (seperti likes dan komentar), gangguan konsentrasi belajar, serta risiko terhadap kesehatan mental seperti kecemasan sosial dan perasaan kesepian. Oleh karena itu, diperlukan peran guru, orang tua, dan konselor sekolah dalam mengedukasi siswa untuk menggunakan media sosial secara bijak dan proporsional.