Meningkatnya cakupan BPJS Kesehatan di Indonesia belum diimbangi dengan pemanfaatan layanan aktif, terutama Gen Z yang masih belum optimal. Penelitian ini secara praktis meneliti bagaimana orientasi nilai pragmatis dan kepercayaan institusional membentuk keterlibatan perilaku Gen Z pada pemanfaatan layanan BPJS. Mengacu pada teori pilihan rasional dan kepercayaan intitusional, kami melakukan studi kuantitatif yang melibatkan 121 responden Gen Z (usia 16-28 tahun) yang terdaftar BPJS KESEHATAN dan status aktif. Dengan desain penelitian kuantitatif eksplanatori, data primer sebagai data utama dari hasil kuesioner yang disebar berbasis Skala Likert yang divalidasi dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda didukung uji asumsi klasik. Hasil penelitian bahwa nilai pragmatis (β = 15,998, p-value < 0,05) dan kepercayaan pemerintah (β = 8,797, p-value < 0.05) secara signifikan dan positif memengaruhi pemanfaatan BPJS Kesehatan. Nilai pragmatis muncul sebagai predictor terkuat yang ditunjukan bahwa Gen Z untuk menggunakan BPJS sangat dipengaruhi efisiensi dan persepsi kegunaan. Sementara, kepercayaan institusional memperkuat partisipasi dengan meningkatkan kepercayaan terhadap system. Model menjelaskan 28,1% varians dalam perilaku pemanfaatan. Penelitian mengungkap cakupan structural saja tidak cukup, penyerapan perilaku bergantung pada keselarasan nilai dan kredibilitas kelembagaan untuk mendorong keterlibatan yang lebih besar bagi pengguna muda dan direkomendasikan kebijakan menekankan keharusan strategis untuk mendesain ulang komunikasi BPJS dan membangun modal kepercayaan di kalangan Gen Z.