Latar Belakang: Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi. Diare kronis dan infeksi cacingan diketahui sebagai faktor infeksi yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko stunting melalui gangguan penyerapan nutrisi dan kekurangan energi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara diare kronis, infeksi cacingan, dan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode: Menggunakan pendekatan systematic review berdasarkan panduan PRISMA. Artikel relevan diidentifikasi melalui database PubMed dan Google Scholar. Sebanyak 24 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara diare kronis, infeksi cacingan, dan stunting pada balita. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan hubungan signifikan antara diare kronis dan infeksi cacingan dengan kejadian stunting. Dari 24 artikel, 11 studi melaporkan hubungan signifikan antara diare dan stunting, 3 studi menunjukkan hubungan signifikan antara infeksi cacingan dan stunting, serta 6 studi menemukan kombinasi keduanya meningkatkan risiko stunting. Sementara itu, 1 studi tidak menemukan hubungan antara diare dan stunting, dan 3 studi lainnya tidak menemukan hubungan signifikan antara kombinasi kedua faktor tersebut. Secara keseluruhan, lebih banyak studi mendukung adanya hubungan signifikan dibandingkan yang tidak. Di antara kedua faktor tersebut, diare lebih sering dilaporkan sebagai faktor signifikan dalam meningkatkan risiko stunting dibandingkan infeksi cacingan. Kesimpulan: Diare kronis dan infeksi cacingan merupakan faktor risiko signifikan terhadap stunting pada balita di Indonesia. Diperlukan intervensi komprehensif melalui peningkatan akses sanitasi, pengobatan kecacingan rutin, dan perbaikan status gizi untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.