Tantangan modern seperti tekanan budaya, rayuan materialistis, dan eksploitasi media sosial telah mengancam standar moral dan spiritual hamba Allah. Krisis kepemimpinan sering dimulai dengan kegagalan untuk mempertahankan integritas pribadi, yang mengarah pada hilangnya kepercayaan pada gereja dan runtuhnya pelayanan. Integritas pelayan Tuhan adalah aspek penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif dalam gereja. Dalam konteks pelayanan Kristen, integritas tidak hanya berhubungan dengan perilaku pribadi, tetapi juga mencerminkan kualitas kepemimpinan yang dapat menginspirasi dan membimbing jemaat menuju kehidupan yang lebih baik. Artikel ini mengeksplorasi dimensi integritas pelayan Tuhan berdasarkan Titus 1:6-7, dan menghubungkannya dengan Transformational Leadership Theory (TLT). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten dari teks-teks Alkitab dan teori kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas pelayan Tuhan memiliki dampak yang signifikan dalam menciptakan pemimpin yang dapat menginspirasi perubahan positif dalam jemaat. Pelayan Tuhan yang berintegritas akan mampu menjadi teladan, memberikan motivasi yang jelas, serta mendukung pertumbuhan rohani jemaat dengan penuh kasih. Penelitian ini juga menekankan tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas dan memberikan model implementasi untuk mempertahankan integritas dalam pelayanan. Kesimpulannya, integritas merupakan landasan utama bagi pelayan Tuhan dalam menjalankan kepemimpinan yang transformatif, yang tidak hanya berdampak pada individu jemaat, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, integritas menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan yang efektif dan berdampak dalam pelayanan gereja.