Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI PENATAAN SENTRAKULINER DAN TOILET UMUM DI TAMAN KOTA DENPASAR I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Denpasar sebagai kota budaya memiliki Taman Kota Denpasar yang asri yang lebih dikenal masyarakat sebagai Taman Lumintang.Taman kota Denpasar menjadi pusat rekreasi dan olahraga bagi masyarakat di Kota Denpasar. Taman yang hijau dan luas di sisi sungai di pusat permukiman dan perkantoran dan di pinggir jalan arteri primer jalan Gatot Subroto Timur menyebabkan aktivitas di taman kota menjadi sangat ramai. Demikian juga keberadaan lapangan umum di sebelah selatan, Art CentreDarma Negara Alaya di sebelah barat, dan Pura Lokanatha di sudut timur laut menegaskan keberadaan taman kota menjadi pusat orientasi kawasan. Sentra Kuliner dan Toilet umum menjadi perhatian bagi Pemerintah agar tidak mengganggu keasrian taman kota. Sesuai perencanaan sentra kuliner dan toilet umum diletakkan di lantai bawah (basement) dan lantai atas berupa pelat beton menjadi bersih danterbuka untuk dijadikan lapangan dan taman hijau. Proyek pembangunan Sentra Kuliner dan Toilet Umum memiliki tantangan tersendiri berdasarkan site exsisting di lereng dan terletak di tikungan sungai dengan debit air yang besar. Manajemen Proyek Konstruksi mutlak harus diterapkan agar terwujud bangunan dengan Biaya, Mutu, dan Waktu yang sesuai dengan perencanaan dan harapan. Hal-hal dalam pelaksanaan konstruksi tentu tidak bisa sama persis sesuai dengan perencanaan karena sesuai dengan kondisi site yang mungkin berbeda dari perkiraan semula, oleh karena itu koordinasi antara Kontraktor Pelaksana, Konsultan Perencana, dan Dinas terkait tentang perubahan-perubahan desain dan adendum yang terjadi dilapangan mutlak dilakukan secara berkelanjutan untuk kebaikan proyek. 
PERTIMBANGAN FUNGSI DAN ERGONOMI DALAMPERANCANGAN GEDUNG PUSKESMAS PEMBANTU DI PULAUNUSA CENINGAN I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Ceningan adalah sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. Kondisi pulau yang tidak terhubung dengan Bali daratan dan belum belum ada kelancaran transportasi material bangunan secara masif. Pulau dengan luas 300,6 Ha, yang terdiri dari 2 Dusun (sekarang banjar Dinas) dengan jumlah penduduk 1523 jiwa dari 300 KK memerlukan fasilitas kesehatan berupa puskesmas pembantu dengan kondisi baik dan layak operasional. Perancangan puskesmas pembantu menggunakan pedoman berupa Peraturan Menteri Kesehatan nomor 43 tahun 2019 tentang pusat kesehatan masyarakat dan dikombinasikan dengan fasilitas yang ada sebelumnya serta dengan pertimbangan budget yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan fisik gedungnya. dalam desain tata ruang dan tampilan bangunan tetap menerapkan peraturan pemerintah provinsi bali tentang pelestarian arsitektur tradisional bali dengan tetap menerapkan kaidah bangunan tropis dengan pencahayaan dan penghawaan alami. Dalam pemilihan material juga harus menerapkan peraturan pemerintah tentang kandungan produksi dalam negeri. Sehingga dengan kendala di anggaran dan lokasi tetap didapat desain bangunan yang seimbang dan layak antara fungsi bangunan puskesmas dengan biaya yang dianggarkan.
PERANCANGAN PENATAAN SENTRA KULINER DAN TOILETUMUM DI TAMAN KOTA DENPASAR I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Kota Denpasar atau yang lebih umum disebut Lapangan Lumintang memang menjadi pusat rekreasi dan olahraga di Kota Denpasar. Letaknya yang strategis di pusat permukiman dan perkantoran dan di pinggir jalan utama (Jl. Gatot Subroto) menyebabkan aktivitas di taman kota menjadi sangat ramai. Demikian juga keberadaan lapangan umum di sebelah selatan, Art Centre Darma Negara Alaya di sebelah barat, dan Pura Agung Lokanatha Denpasar di sudut timur laut taman kota menegaskan pentingnya keberadaan taman kota menjadi pusat orientasi kawasan. Keberadaan area kuliner dan toilet umum tentu sangat penting untuk menunjang fungsi taman kota dan fasilitas publik lain di sekitarnya. Keberadaan area kuliner dan toilet umum sekarang terletak di lereng sungai yaitu sebelah selatan pura dan tepat di samping panggung seni terbuka, sehingga mengganggu pemandangan dan kebersihan dari taman kota. Penataan zonasi ruang, pencahayaan dan penghawaan, sirkulasi pencapaian, serta struktur menjadi titik penting dari perancangan agar bisa mewadahi fungsinya dan menunjang keindahan taman kota. Perancangan penataan dilakukan dengan memanfaatkan potensi site di pinggir sungai dengan kondisi berlereng. Bangunan direncanakan bertingkat kebawah. Area kuliner dan public toilet diletakkan di lantai bawah (basement) dan lantai atas berupa pelat beton menjadi bersih dan terbuka untuk dijadikan lapangan dan taman hijau. Demikian juga keberadaan sungai menjadi sisi depan dari area kuliner sehingga otomatis akan lebih terjaga kebersihannya.
KENYAMANAN GERAK DAN VISUAL PENGUNJUNG DI RUANGTUNGGU ICU RUMAH SAKIT KLUNGKUNG I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang tunggu adalah tempat dimana para pelaku aktivitas dengan berbagai kondisi fisik dan mental yang beragam berkumpul dalam satu ruangan. Tekanan psikis dengan beban pikiran terhadap pasien yang umumnya adalah orang /kerabat dekat menyebabkan kondisi fisik ikut menurun. Oleh karena itu kesehatan ruang tunggu ini mutlak harus terjaga agar bisa menunjang kesehatan penunggu pasien agar tetap sehat dan higienis selama menunggu pasien. Rumah Sakit Umum Klungkung adalah rumah sakit terbesar di wilayah Bali timur. Pelayanannya mencakup wilayah Klungkung, Karangasem dan juga Bangli. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji kenyamanan gerak dan visual penunggu pasien di ruang ICU dari segi arsitektur dan pencahayaannya dalam mendukung kesehatan pengguna dan mengkomparasi dengan gambar serta literatur terkait. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kenyamanan gerak dan visual bangunan dengan standar-standar terkait untuk menunjang kesehatan pengguna.
PERANCANGAN PENINGKATAN FUNGSI HUNIAN MASYARAKAT DILINGKUNGAN PARIWISATA UNTUK MENUNJANGPEREKONOMIAN DI TAMPAKSIRING I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaman dewasa ini menuntut manusia untuk lebih kreatif dalam melihat potensi sebagai sumber pendapatan. Untuk rumah yang berada di lokasi pariwisata, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu bisa disewakan dan dikombinasikan dengan usaha lain sehingga memaksimalkan fungsi dari rumah tersebut. Mancingan adalah salah satu daerah di Tampaksiring yang mempunyai potensi wisata alam yang sangat besar. Wisatawan dari domestik sampai mancanegara banyak yang berwisata ke Tampaksiring, karena menawarkan wisata alam berbasis kearifan lokal yang menjadi ciri khas tersendiri. Potensi ini merupakan hal yang sangat potensial untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga dengan tetap melestarikan tradisi Bali. Di Tampaksiring masih belum banyak ada sarana akomodasi, sehingga merupakan peluang yang sangat besar bagi masyarakat lokal untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Umumnya tanah dari rumah masyarakat setempat sangat luas dan banyak space kosong, hal ini karena masih kental dengan penerapan konsep Arsitektur Tradisional Bali yang memang bercirikan hal tersebut. Hunian-hunian tempat tinggal bisa dimanfaatkan dengan perencanaan khusus untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus difungsikan sebagai kamar sewa. Perencanaan sirkulasi mutlak harus menjadi pertimbangan yang utama untuk menentukan penzoningan ruang-ruang di dalamnya agar memiliki privasi dan kenyamanan yang optimal. Posisi ruang tidur baik untuk digunakan keluarga ataupun yang di sewakan mutlak harus mendapat pemandangan yang positif, sekaligus juga pencahayaan dan penghawaan alami untuk memaksimalkan potensi site ke dalam bangunan. Demikian juga untuk konsep Arsitektur Tradisional Bali berupa natah sebagai open space yang merupakan pusat orientasi bangunan tetap diterapkan dalam hunian ini, karena merupakan sumber kekuatan dari lingkungan itu sendiri. Dalam merancang tampilan bangunan juga tetap mengacu pada Arsitektur Tradisonal Bali, yaitu konsep Tri Angga yang membagi bangunan secara imajener menjadi Kaki, Badan, dan Kepala. Dalam penerapannya tetap dikombinasikan dengan Arsitektur Tropis Modern untuk menunjang fungsi bangunan yang lebih komplek.