Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PIZZADENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DI RESTORANPIZZERIA ROMANA JIMBARAN Hentiana Paramita Wonga; I Made Juniastra; Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pertumbuhan industri makanan dan minuman di Bali, persaingan antar restoran semakinketat. Untuk tetap kompetitif, restoran harus mampu mengelola berbagai aspek operasionalnya secaraefisien, salah satunya adalah manajemen persediaan bahan baku dan perhitungan biaya produksi diRestoran Pizzeria Romana Jimbaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan inventoribahan baku, penerapan metode Economy Order Quantity (EOQ), dan perhitungan biaya produksi pizzadi Restoran Pizzeria Romana Jimbaran. Data yang dibutuhkan berupa data tentang jumlah kebutuhanbahan baku, pembelian bahan baku serta biaya-biaya yang ditimbulkan dalam pemesanan danpenyimpanan bahan baku selama tahun 2023. Metode yang digunakan penulis adalah metode EOQ(Economic Order Quantity). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasilangsung serta dokumentasi.Hasil dalam penelitian ini menunjukan pengelolaan persediaan bahan bakudi Restoran Pizzeria Romana Jimbaran dilakukan melalui proses yang terstruktur dan sistematis untukmemastikan efisiensi dan kualitas dalam penyajian pizza kepada pelanggan. Metode Economy OrderQuantity diterapkan untuk mengelola persediaan bahan baku pizza dengan efisien, bertujuanmeminimalkan total biaya persediaan serta menentukan jumlah pesanan optimal bagi setiap bahanbaku, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan meningkatkan efisiensi operasional. Analisis biayaproduksi membantu menentukan biaya bahan baku per porsi pizza dan menghitung harga pokokpenjualan (HPP) untuk tiga jenis pizza yang laku terjual dengan kesimpulan pizza buratta memberikankeuntungan tertinggi, pizza beef pepperoni menghasilkan keuntungan terendah serta pizza vegetarianmenunjukkan keseimbangan baik antara efisiensi biaya dan profitabilitas.
STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN INDUSTRIDALAM TATA RUANG PERKOTAAN I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kawasan industri dalam tata ruang perkotaan membutuhkanimplementasi dan integrasi yang berkelanjutan. Penataan ruang kawasan perkotaan padahakekatnya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan mewujudkankawasan perkotaan yang aman,nyaman,produktif,berkelanjutan,dan sebagai pusat kegiatanekonomi berskala nasional maupun internasional yang terintegrasi dengan kawasanindustri. Studi ini lebih menekankan pada metode kualitatif dengan menerapkan pendekatan deskriptifdan studi literatur sebagai analisis pembanding dalam memecahkan permasalahan. Strategi dan Perankawasan industri dalam tata ruang perkotaan yang signifikan adalah Mengatasi permasalahan tataruang serta sekaligus mengendalikan masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatanindustri. Strategi perencanaan dan Pembangunan suatu kawasan industri memerlukan persyaratanpersyaratan tertentu yaitu harus memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis dan finansial, disamping dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah yang kondusif, yang diatur dalam suatuPedoman Teknis Kawasan Industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perencanaan kawasan industri dalam tata ruangperkotaan yang sinergis dan berkelanjutan. Hasilnya Komposisi ideal implementasi kawasan industridalam tata ruang perkotaan harus sesuai dengan ketentuan rencana tata ruang wilayah (RTRW) danrencana detail tata ruang (RDTR) daerah yang tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan danintegrasi antara lingkukan sekitarnya. Kawasan industri juga dapat diimplementasikan Sebagai Saranauntuk mencerminkan identitas (citra) sebuah ruang perkotaan.
ANALISIS KUALITAS AIR PADA SUMBER AIR BAKU DIKECAMATAN SEMAU DAN SEMAU SELATAN Sagung Putri Chandra Astiti; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki potensi sumber air baku untuk pemanfaatan penyediaan air bersih dan air minum. Potensi tersebur berupa mata air, sumur bor maupun embung. Embung dan bendung tersebut difungsikan untuk menampung air pada saat musim kemarau agar tidak terjadi kekeringan, dan dapat difungsikan juga sebagai air untuk kegiatan peternakan, pertanian dan air rumah tangga. Sampel air baku yang diteliti yaitu sumber air baku Embung Samalian di Kecamatan Semau dan Mata Air Uisiul Nahi di Kecamatan Semau Selatan. Berdasarkan hasil analisis dari pengujian kualitas air, sampel air dari Mata Air Uisiul Nahi di Kecamatan Semau Selatan memenuhi semua persyaratan yang diperlukan sebagai air baku untuk air minum, sedangkan sampel air dari Embung Samalian di Kecamatan Semau tidak memenuhi syarat dari unsur warna dan unsur yang lain telah memenuhi persyaratan. Mata Air Uisiul Nahi memenuhi persyaratan sebagai air minum, sedangkan Embung Samalian memenuhi persyaratan sebagai air bersih.
RE-DESIGN HOMESTAY LOKALSELARAS DENGAN INDUSTRI PARIWISATA I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk rumah yang berada di lokasi pariwisata, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu bisa disewakan dan dikombinasikan dengan usaha lain sehingga memaksimalkan keuntungan. Meskipun demikian, adat dan tradisi Budaya Bali dan kearifan-kearifan lokal tetap harus dilestarikan. Desa Sanur adalah salah satu destinasi wisata di Bali yang sudah sangat terkenal sampai ke mancanegara dengan adat, tradisi, maupun keindahan alamnya. Sanur adalah kawasan wisata dimana masyarakat lokal yang sebagian besar menjadi pelaku wisata. Rumah-rumah tempat tinggal masyarakat yang merupakan tempat berkegiatan secara adat dan religi, sekaligus juga menjadi tempat usaha dibidang pariwisata ataupun fasilitas pendukung kepariwisataan. Misalnya digunakan untuk homestay termasuk fasilitas pendukungnya, seperti restoran, spa, loundry, persewaan sepeda gayung ataupun sepeda motor, dan juga kerjasama sebagai agen promosi tempat wisata lainnya. Untuk itu perlu suatu penataan yang terencana berupa masterplan dari area rumah penduduk agar tetap privasi untuk ditempati bersama keluarga, yaitu sebagai tempat berhuni serta tempat melakukan acara /upacara adat, dan juga agar mempunyai privasi bagi tamu yang menginap. Sanur Homestay adalah salah satu dari sekian banyak homestay di sanur yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal. Dengan lahan yang cukup luas seperti umumnya lahan-lahan rumah di desa, penataan bangunan masih belum maksimal, dimana aktivitas dan sirkulasi pemilik masih berbaur dengan aktivitas dan sirkulasi tamu. Demikian juga untuk standar fasilitas akomodasi masih perlu untuk ditambahkan untuk memaksimalkan pelayanan. Perencanaan dan perancangan dilakukan dengan mendata site beserta bangunanbangunan yang ada, kemudian dikelompokkan mana bangunan yang sudah permanen dan mana yang layak untuk direnovasi. Kemudian dirancang fasilitas-fasilitas baru berupa bangunan untuk homestay, restorant, spa, front office, area servis, serta penataan site berupa kolam renang dan ruang terbuka /natah. Perancangan dilakukan dengan konsep menerapkan kaidah Arsitektur Tradisional Bali yaitu penerapan konsep Nawa Sanga pada penzoningan site dan penerapan konsep Tri Angga pada sosok tampilan bangunan, yang dikombinasikan dengan Arsitektur Tropis Modern.
OPTIMALISASI PENATAAN KAWASAN UNTUK MENDUKUNGINDUSTRI PARIWISATA DI AREA PURA GERIYATAMPAKSIRING I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pura Geriya terletak di wilayah Banjar Geriya Jl. Surya Brata Tampaksiring. Pura Geriya juga berada di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan yang merupakan Warisan Budaya Dunia dan bersebelahan dengan beberapa obyek wisata sehingga berpotensi untuk dikembangkan ke industri pariwisata. Beberapa fasilitas perlu ditambahakan untuk mendukung rencana tersebut, antara lain penataan site dan tata ruang serta renovasi wantilan yang bisa digunakan untuk area persiapan upacara dan juga bisa dipakai sebagai ruang atraksi wisata. Dengan hidupnya kawasan tersebut diharapkan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat lokal di sektor lain seperti restoran, akomodasi /homestay lokal, maupun kesehatan dan spiritual seperti yoga dan meditasi. sehingga bisa memeratakan manfaat bagi masyarakat lebih optimal lagi.
DAMPAK INDUSTRI PERKERASAN JALAN DI BALI DENGANSISTEM OVERLAY DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan adalah masalah yang sangat penting untuk di carikan solusi bersama. Industri perkerasan jalan dengan system overlay dengan system pelapisan terus menerus mempunyai dampak positif dan juga negatif. Dampak positifnya adalah jalan semakin lama semakin stabil dan kuat Karena terus dilapis aspal baru diatasnya. Namun dampak negatifnya tidak kalah dahsyat, yaitu masalah kerusakan lingkungan dan budaya. Dimana rumah-rumah penduduk yang berada di sepanjang jalan akan semakin lebih rendah dari jalan sehingga posisi jalan dan got lebih tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan terjadinya banjir dan kesulitan drainase. Situasi ini memang menguntungkan pemerintah dari satu sisi yaitu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengeruk jalan yang sudah ada untuk diperbaiki dengan yang baru. Namun disisi yang lain masyarakat dan lingkungan sangat dirugikan. Itu sama saja artinya dengan mengalihkan biaya secara langsung dari Pemerintah ke masyarakat umum. Solusi bersama yang dalam jangka pendek bisa diterapkan adalah dengan memilih lokasi dimana jalan boleh dilapis terus dan juga daerah mana yang memerlukan recycling dengan alasan pelestarian lingkungan dan budaya untuk kepentingan masyarakat banyak. Dan solusi jangka panjang adalah dengan mengembangkan system recycling agar lebih murah dan juga dengan menetapkan aturan yang memihak lingkungan