Salah satu penghematan yang bisa dilakukan oleh manajemen hotel adalah penghematanenergi listrik. Penghematan energi listrik tidak hanya sekedar menghemat biaya pengeluaran, tetapidapat mencegah krisis pasokan listrik dan membantu menyelamatkan bumi dari kerusakan akibatpemanasan global karena pemakaian energi listrik yang berlebihan. Langkah-langkah yang akandilakukan adalah bagaimana menganalisa penerapan konsep green solar panel dalam upayapenerapan penghematan energi listrik pada industry perhotelan di Bali, khususnya di Bvlgari Hotel andResort sebagai suatu studi kasus.Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber tenaga dari sinarmatahari. Pembangkit listrik PLTS menghasilkan arus searah (DC) dari energi sinar matahari yangkemudian dihubungkan ke inverter untuk mengubahnya menjadi arus bolakbalik (AC). PLTS memilikikelebihan diantaranya ramah lingkungan, tidak menimbulkan kebisingan dan sumber energi dari cahayamatahari yang tidak akan habis. Salah satu teknologi tenaga surya Photovoltaic (PV) yang saat initengah dikembangkan yaitu PLTS atap. Sistem PLTS atap merupakan sistem Photovoltaic yangukurannya lebih kecil daripada sistem PV yang dipasang di atas tanah. Dengan mempertimbangkanpengukuran profil beban maka dapat ditentukan bahwa sistem PV dengan 319,41 kWp cocok untukdipasang di lokasi penelitian yaitu Bvlgari Hotel and Resort Bali. Disamping pemasangan solar panel,salah satu cara yang dipakai untuk menurunkan konsumsi energi listrik yaitu dengan cara sosialisaiprilaku hemat energi dan penggantian beberapa komponen yang bisa menurunkan konsumsi energilistrik.Dengan penerapan langkah-langkah penghematan energi listrik yang dilakukan di Bvlgari Hotel andResort dapat diperoleh estimasi penghematan sebesar 11,45 % atau Rp. 985,684,002.70 dalamsetahun dengan perhitungan: Rp. 8,608,593,910 – (Rp. 8,608,593,910 * 11,45%) = Rp. 985,684,002.70