Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINGKAT PENGELOLAAN LIMBAH B3 PADA INDUSTRIPARIWISATA DI KECAMATAN KUTA SELATAN Ajeng Hayuanandra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kuta Selatan merupakan sentra pariwisata di Bali ditandai dengan tingginya kepadatan dan perluasan pembangunan terutama industri pariwisata. Kegiatan industri pariwisata khususnya akomodasi wisata di Kecamatan Kuta Selatan pada tahun 2018 adalah sebanyak 329 hotel melati, 33 hotel bintang lima , 12 hotel bintang empat, 12 hotel bintang tiga dan 6 hotel bintang dua serta banyaknya 150 pondok wisata atau villa (BPS,2019) . Operasional harian hotel menghasilkan Limbah B3 berupa limbah bekas elektronik seperti lampu LED, sisa pelumas dan bekas wadah bahan bahan. Limbah B3 khususnya bahan elektronik bekas mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, lithium dan cadmium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh industri pariwisata di Kuta Selatan, terutama hotel dan pondok wisata telah mengimplmentasikan pengelolaan limbah B3. Pengelolaan limbah B3 terdiri dari perijinan, pewadahan, penyimpanan, pengumpulan dan pengelolaan lanjutan. Perijinan dan penyimpanan sementara adalah langkah pertama pengelolaan limbah B3 yang wajib dilakukan penghasil limbah B3. Berdasarkan hasil penelitian akomodasi wisata dengan jumlah kamar diatas 400 unit semuanya telah memilki ijin tempat penyimpanan sementara limbah B3. Sementara hotel dengan kapasitas kamar 300-400 unit sebanyak 70 % telah memiliki ijin penyimpanan sementara limbah B3. Hotel dengan kapasitas kamar 100-300 unit sebanyak 50 % telah memiliki ijin tempat penyimpanan sementara limbah B3. Sedangkan hotel atau villa dengan unit kamar dibawah 100 hanya 4% yang sudah memiliki ijin tempat penyimpanan sementara limbah B3.