Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN CUSTOMER MENGGUNAKAN PENDEKATANMODEL KANO DAN APLIKASI QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT(QFD) DAN TEORIYA RESHENIYA IZOBRETATELSKIKH ZADATCH(TRIZ) UNTUK MENINGKATKAN MUTU LAYANAN JASAPERBANKAN(Studi Kasus di PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Bangli) Mardiki Supriadi
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan antar lembaga perbankan yang terjadi pada saat ini membuat nasabah semakin hati-hati dalam memilih lembaga perbankan yang dipercaya. Apabila nasabah mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan yang diinginkan maka pihak manajemen bisa kehilangan kepercayaan nasabah. Pada akhirnya nasabah akan mencari lembaga perbankan lain. Hal ini merupakan suatu kerugian bagi pihak manajemen. Pihak manajemen seharusnya melakukan perbaikan kualitas pelayanan untuk terus mendapatkan kepercayaan nasabah dan dapat terus berkembang. Oleh karena itu lembaga perbankan perlu membuat Standar Pelayanan Minimal penyelenggaraan layanan perbankan yang sesuai dengan keinginan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standart pelayanan yang sesuai dengan keinginan nasabah serta menyusun prioritas perbaikan kualitas pelayanan yang seharusnya diberikan kepada nasabah bank BRI kantor Bangli. Pendekatan yang dilakukan adalah metode Kano untuk mengkategorikan atribut keinginan nasabah kedalam kategori Kano, metode Quality Function Deployment (QFD) untuk menerjemahkan keinginan nasabah menjadi apa yang harus dihasilkan oleh pihak manajemen bank dan metode Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadatch (TRIZ) untuk memperbaiki respon teknis yang saling berkontadiksi. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Melalui hasil penyebaran kuesioner diketahui 10 variabel keinginan yang dibutuhkan oleh nasabah dan dikelompokkan berdasarkan 3 dimensi Kano. Hasil pengkategorian atribut dengan Kano menunjukkan bahwa masih ada atribut yang terkategori must be dan one dimensional, artinya masih perlu bentuk perbaikan dari pihak manajemen bank. Dari pembentukan matriks House of Quality (HOQ) diketahui bahwa variabel “dokumentasi dan informasi” menjadi prioritas pertama dalam upaya perbaikan dengan nilai tingkat kepentingan tertinggi yakni 19,58% dan tingkat kesulitan 13,10%.
EVALUASI FASILITAS RUANG TUNGGU UNTUK PENINGKATANKUALITAS PELAYANAN DENGAN PENDEKATAN MIKRO DANMAKRO ERGONOMI DI STASIUN KERETA API MALANG Mardiki Supriadi
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun kereta api di Malang merupakan salah satu stasiunyangberada dibawah pengawasan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang bergerak dalam bidang usaha penyediaan jasa transportasi darat. Banyaknya jumlah penyedia jasa transportasi mendorong persaingan antara penyedia jasa transportasi untuk memberikan pelayanan yang baik guna memuaskan keinginan konsumen. Kualitas pelayanan dan kondisi fasilitas yang ada pada stasiun kereta api di Malang khususnya bagian ruang tunggu masih belum memenuhi Standar Pelayanan Minimum untuk Angkutan Orang dengan Kereta Api berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 9 tanggal 8 Febuari 2011. Oleh sebab itu perlu adanya identifikasi dan penilaian kondisi fasilitas ruang tunggu serta analisis dan evaluasi yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan Mikro dan makro ergonomi. Dengan pendekatan Mikro Ergonomi akan diberikan usulan perbaikan untuk mengatasi masalah lingkungan kerja (temperatur udara dan tingkat intensitas bunyi) di bagian ruang tunggu Stasiun kereta api. Dengan pendekatan Makro Ergonomi akan dilakukan perancangan ulang sistem kerja pada bagian ruang tunggu Stasiun kereta api yang dapat diimplementasikan oleh pihak pengelola Stasiun kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis permasalahan dan memberikan usulan perbaikan pada kondisi fasilitas dibagian ruang tunggu dengan pendekatan Mikro dan makro ergonomi guna peningkatan kualitas pelayanan pada Stasiun Kereta Api di Malang. Penelitian ini memaparkan kondisi fasilitas yang ada pada bagian ruang tunggu Stasiun Kereta Api di Malang melalui kuisioner yang disebarkan kepada pengguna jasa kereta api. Dengan mengetahui kondisi tersebut, dilakukan pengukuran kondisi lingkungan kerja pada bagian ruang tunggu Stasiun Kereta api. Diperoleh hasil pengukuran temperatur udara di bagian ruang tunggu berkisar pada 31-35,3oC dan tingkat intensitas bunyi pada bagian ruang tunggu berkisar pada 66,8-88,1dB. Kemudian dilakukan pemecahan masalah dengan pendekatan Makro Ergonomi menggunakan metode MEAD (Macro Ergonomic Analysis and Design) melalui sepuluh tahapan proses dan diperoleh hasil pemilihan alternatif yaitu melakukan perbaikan serta pengadaan fasilitas di bagian ruang tunggu, pelatihan petugas pada Stasiun kereta api dan perbaikan budaya atau kebiasaan penumpang. Dari penelitian ini diberikan usulan perbaikan fasilitas ruang tunggu pada Stasiun kereta api di Malang yang dapat diimplementasikan oleh pihak manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) guna peningkatan kualitas pelayanan Stasiun kereta api.
IMPLEMENTASI QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)DALAM MERANCANG PRODUK SEPATU PENGAMAN (SAFETYSHOES) Mardiki Supriadi
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri sepatu merupakan sektor industri yang menjadi andalan untuk pasar lokal maupun ekspor yang mengalami penurunan, karena setiap perusahaan dituntut untuk selalu mengerti dan memahami apa yang terjadi di pasar dan apa yang menjadi keinginan konsumen, serta perubahan yang ada agar mampu bersaing dengan pihak pesaing. Masalah penelitian diajukan untuk mengetahui atribut apa saja yang menjadi keinginan konsumen pada sepatu pengaman. Atas dasar ini diajukan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai salah satu metode untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelangan. Berdasarkan penelitian ini kesimpulannya bahwa Terdapat 18 atribut produk safety shoes yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan dari 18 atribut produk safety shoes tersebut, hanya 2 atribut yang terpenuhi yaitu kenyamanan dan model yang di sukai konsumen.
RANCANG BANGUN METRONOME BERBASIS MIKROKONTROLER Mardiki Supriadi
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat mengetahui ketepatan perhitungan periode waktu yang sama antara yang satu dengan selanjutnya, dalam hal ketukan suatu lagu, maka perlu alat yang disebut metronome. Pada penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membuat alat metronome berbasis mikrokontroler AT89S51, sehingga dapat dianalisis perhitungan periode waktu setiap detaknya pada masing-masing tempo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan melakukan kajian-kajian yang berkaitan dengan mikrokontroler AT89S51, tampilan tujuh ruas, LCD, keypad 3X4 dan buzzer. Tampilan tujuh ruas digunakan sebagai keluaran untuk menampilkan angka 1,2,3 dan 4 secara bergantian. LCD berfungsi sebagai keluaran untuk menampilkan kategori tempo, agar pemilihan tempo pada keypad 3X4 dapat diketahui. Keypad 3X4 digunakan sebagai masukan untuk mengatur tempo. Buzzer akan mengeluarkan suara “beep” pada saat tampilan angka tujuh ruas tersebut menyala. Kemudian dilanjutkan dengan perancangan blok diagram dan skematik rangkaian alat, pembuatan alat dan software BASCOM serta melakukan pengujian rangkaian alat untuk mengetahui apakah rangkaian alat yang dirancang bekerja sesuai fungsinya. Alat metronome ini sudah berjalan sesuai perencanaan. Alat ini memiliki ketepatan perhitungan periode waktu yang sama antara yang satu dengan selanjutnya. Alat ini dapat menampilkan angka 1,2,3 dan 4 secara bergantian pada tampilan tujuh ruas dan dapat menampilkan kategori atau kelompok tempo tersebut pada LCD dan suara “beep” pada buzzer.