Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN TINGKAT EFISIENSI PRODUKSI DENGANMENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS(Studi Kasus pada UD. Bayu Sri Dana) I Wayan Krisna Adi Putra; I Ketut Simpen
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi beras di kabupaten tabanan dewasa ini mulai menunjukan eksistensinya. Beberapa produk beras asli kabupaten tabanan menjadi salah satu produk unggulan di Bali. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 kabupaten Tabanan memiliki luas lahan persawahaan sebesar 41.611 hektar dengan hasil padi rata – rata 56,16 kuintal/ha. Untuk menunjang produksi suatu perusahaan agar senantiasa stabil maka diperlukan evaluasi efisiensi dari perusahaan tersebut. Dengan adanya evaluasi efisiensi produksi maka perusahaan dapat menentukan arah produksi perusahaan ke depannya. Tingkat efisinsi pada perusahaan berpengaruh pada beberapa produk yang di produksi. Dengan perbandingan berapa bahan baku yang di olah, biaya operasional yang di keluarkan, jumlah tenaga kerja dan waktu yang di perlukan guna mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Dari evaluasi tingkat efisiensi suatu perusahaan maka dapat di nilai kelayakan operasionalnya, mengingat beberapa perusahaan belum bisa menentukan efisiensi produksi perusahaan. UD. Bayu Sri Dana adalah salah satu perusahaan yang belum mengetahui efisiensi secara mendetail dari produksi karena pengukuran efisiensi mesin produksi yang di lakukan selama ini adalah metode sederhana. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran tingkat efisiensi untuk mencari solusi dengan menggunakan metode DEA.
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGANEKONOMI KREATIF (STUDI KASUS KOTA DENPASAR) I Ketut Simpen
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

eranan sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional selama ini cukup besar, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. Sumbangan sector ini terhadap produk domestic bruto (PDB) pada 2002-2006 rata-rata Rp 104,64 triliun dan menyerap 5,4 juta tenaga kerja. Dengan karakteristik seperti ini, pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar akan menjadi sangat strategis dalam memecahkan masalah besar yakni pengangguran dan kemiskinan. Untuk itu, dilakukan penelitian quantitative research yaitu melalui pendekatan quantitative survey dengan menggunakan kuisoiner berstruktur dan desk research atas materi terkait terhadap 14 subsektor industry kreatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif , untuk menggambarkan tentang potensi masing-masing sub sector industry kreatif yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan industry pengolahan di Kota Denpasar mampu memberikan sumbangan sebesar Rp 1.120.034,83 (dalam jutaan rupiah) terhadap PDRB Kota Denpasar, yang menempati urutan ke-empat setelah sector perdagangan, hotel dan restoran Rp 3.358.710,20 (dalam jutaan rupiah); Keuangan persewaan dan jasa perusahaan : Rp 1.389.420,29 (dalam jutaan rupiah); Pengangkutan dan komunikasi : Rp 1.202.772,87 (dalam jutaan rupiah). Adapun potensi ekomoni kreatif di kota Denpasar meliputi : (1) Sektor pertanian kreatif berbasis budaya; (2) Sektor pariwisata budaya; (3) Sektor kuliner/pangan; dan (4) Sektor industry kreatif (14 sub sector). Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar dapat dijadikan landasan yang kuat sebagai pilar industry kreatif yaitu terciptanya insan-insan kreatif; perusahaan kecil tumbuh dan berkembang berdasarkan diferensiasi produk melalui kreativitas; tumbuhnya teknologi yang memperdaya ide kreatif dan mampu memtrasnportasi ide menjadi karya nyata; pemanfaatan bahan baku local yang mampu menciptakan nilai tambah produk serta ramah lingkungan dan sesuai dengan budaya local; masyarakat makin terbuka terhadap produk kreatif; dan tercapainya kepercayaan yag tinggi oleh lembaga keuangan terhadap pembiayaan industry kreatif.