Pembangunan Industri pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas dalam pembangunan nasional, karena menjadi penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah serta murah. Salah satu program strategi pembangunan pariwisata adalah melalui digital tourism atau smart tourism dengan memanfaatkan kemaujan teknologi informasi dan komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual pariwisatanya. Bali sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia tentunya perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan smart tourism tersebut. Mengacu pada fenomena smart tourism yang sekarang sedang berkembang pesat tersebut, maka dilakukan kajian yang membahas tentang konsep smart tourism, penerapan serta tantangannya di dalam konteks pariwisata Bali yang kental dengan wisata budayanya. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu pendekatan studi literature dengan menggali data dan informasi yang terkait dengan topik kajian untuk selanjutnya dapat ditarik kesimpulan dari beberapa data yang telah dianalisa. Hasil kajian ini pada akhirnya menyimpulkan bahwa dalam konteks pariwisata Bali, Tri Hita Karana, yaitu harmonisasi hubungan parahyangan, pawongan dan palemahan, yang merupakan kearifan lokal budaya menjadi landasan dalam mewujudkan smart tourism. Pariwisata dalam hal ini dapat dikatakan smart tidak hanya didukung oleh teknologi maupun infrastruktur fisik saja namun benar-benar cerdas dalam segala aspek, baik spiritual, soial, budaya, ekonomi serta emosional masyarakatnya. Pembangunan pariwisata dengan stragetegi smart tourism justru ditekankan untuk mendorong penguatan elemen budaya itu bukan malah menggerus budaya Bali itu sendiri. Disinilah perlu adanya sinergi antara budaya, teknologi, bisnis, pemerintah dan masyarakat.