Nurul Aidillah
Universitas Majalengka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Culture Shock Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2023 : (Studi fenomenologi pada mahasiswa Universitas majalengka) Nurul Aidillah
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 2 No 1 (2025): Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jumash.v2i1.14492

Abstract

Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang terdapat dalam kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dimana mahasiswa yang mengikuti program ini memiliki kesempatan untuk belajar di kampus lain di dalam negeri. Mahasiswa Universitas Majalengka yang mengikuti program ini mendapatkan kesempatan untuk merasakan pembelajaran di perguruan tinggi lain, berinteraksi dengan budaya yang berbeda, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun pada saat proses penyesuaian diri tidak jarang mahasiswa mengalami culture shock atau geger budaya seperti merasakan kekhawatiran, kebingungan, kecemasan, tekanan psikologis hingga ketidak nyamanan berada dilingkungan baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui culture shock yang dialami mahasiswa Universitas Majalengka saat melaksanakan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas tujuannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa Universitas Majalengka yang mengikuti program PMM pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukan bentuk culture shock yang terjadi mulai dari perbedaan bahasa, gaya komunikasi, makanan, hingga gaya belajar di kampus tujuan yang berbeda dengan kampus asal. Upaya penyesuaian diri, hingga hasil dari upaya penyesuaian pada masing-masing informan cukup beragam. Namun, meski mengalami culture shock pada akhirnya informan dapat menyesuaikan diri seiring berjalannya waktu.