Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Smart Farming Berbasis Irigasi Tetes Otomatis Untuk Optimalisasi Budidaya Melon Pada BumDes Bumi Mentari Desa Kampak Bangkalan Achmad Fiqhi Ibadillah; Monika Faswia Fahmi; Jihannuma Adibiah Nurdini; Achmad Fajar Bahruddin; Muhammad Zamanul Khoir; Mukhammad Aditia Ilham; Muhammad Zakky Rahmadhani; Dani Hatta Prayoga
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2665

Abstract

Permasalahan utama dalam budidaya melon di BumDes Bumi Mentari Desa Kampak, Bangkalan meliputi sistem irigasi yang masih dilakukan secara manual, pemberian air dan nutrisi yang tidak terukur, tingginya kadar PPM air, serta belum tersedianya sistem pemantauan kondisi tanaman secara real-time, yang berdampak pada ketidakteraturan pertumbuhan tanaman dan rendahnya efisiensi pengelolaan budidaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi smart farming berbasis irigasi tetes otomatis sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut. Metode pelaksanaan meliputi tahapan identifikasi masalah melalui survei dan wawancara, perancangan dan pembuatan satu unit teknologi smart farming berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor kelembaban tanah dan sensor PPM, instalasi sistem di greenhouse mitra, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mengontrol penyiraman secara otomatis berdasarkan kondisi aktual kelembaban tanah dan memantau nutrisi secara real-time, serta berhasil dioperasikan secara langsung di satu unit greenhouse budidaya melon. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan seluruh indikator berada pada kategori sangat baik dengan persentase di atas 81%, dengan nilai tertinggi pada aspek pemahaman pengaturan sensor sebesar 89,09%, serta indikator manfaat pelatihan, peningkatan kepercayaan diri, dan rekomendasi masing-masing sebesar 87,27%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini berhasil membangun dan mengimplementasikan teknologi smart farming secara fungsional serta meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan mitra dalam mengadopsi teknologi pertanian digital untuk mendukung pengelolaan budidaya melon yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.