Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Belajar Pada MahasiswaBaru Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Nabilla Putri Zahra; Fithria Fithria; Dini Mulyati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3190

Abstract

Masa transisi ke pendidikan tinggi, khususnya pada program studi keperawatan, merupakan fase yang menantang dan kerap disertai penurunan motivasi belajar dengan prevelensi 30–45%, terutama pada fakultas kesehatan dengan beban akademik yang lebih tinggi. Dukungan keluarga menjadi faktor eksternal utama yang berperan penting dalam membantu mahasiswa beradaptasi dan mempertahankan motivasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga, yang meliputi dukungan informasional, emosional, instrumental, dan penilaian, dengan motivasi belajar mahasiswa baru Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional study. Sampel sebanyak 166 responden diambil melalui Purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga secara keseluruhan dengan motivasi belajar (p = 0,000). Setiap dimensi dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan motivasi belajar, meliputi dukungan informasional (p = 0,000), dukungan penilaian (p = 0,000), dukungan instrumental (p = 0,000), dan dukungan emosional (p = 0,000). Institusi pendidikan keperawatan diharapkan dapat memperkuat program pendampingan akademik dengan melibatkan keluarga secara aktif melalui edukasi, komunikasi berkala, dan layanan konseling yang suportif, sehingga keluarga mampu memberikan dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penilaian yang konsisten kepada mahasiswa baru guna mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar mereka.
Family nursing care for a family with an adolescent in Aceh Besar Regency Intan Putri Munawarah; Fithria Fithria
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2217

Abstract

The family plays a crucial role in maintaining and improving its members’ health, particularly during adolescence, a period characterized by vulnerability to various health behaviors and issues. However, several issues remain prevalent, including inadequate menstrual hygiene and handwashing practices, smoking behavior within the family, and suboptimal management of gastritis. These conditions highlight the importance of a family nursing approach to enhance family independence in managing health. This final scientific paper aimed to describe the process of family nursing care for a family with an adolescent experiencing health problems related to menstrual hygiene, handwashing practices, smoking behavior, and gastritis. Based on the assessment conducted from December 30, 2025 to January 1, 2026, in Gampong Lam Ujong, Darussalam Sub-district, Aceh Besar Regency, three priority nursing diagnoses were established collaboratively with the family: ineffective family health management related to menstrual hygiene and handwashing practices, risk-prone health behavior in the form of smoking, and ineffective health management related to gastritis. Interventions were developed based on the five family health tasks. Interventions for the first diagnosis focused on improving menstrual hygiene practices and the six-step handwashing technique. The second diagnosis focused on education regarding the dangers of smoking, teaching the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), and creating a smoke-free environment. The third diagnosis included health education on gastritis, promoting regular eating patterns, reducing consumption of instant foods, and applying deep-breathing relaxation techniques and warm compresses. Evaluation results indicated improvements in knowledge, changes in attitude, and the family’s ability to implement clean, healthy lifestyle behaviors, support smoking cessation efforts, and engage in more structured self-management of gastritis. Community health centers are expected to strengthen family-based education and support programs to promote sustained improvements in health status