Amelia Andini
Harapan Bangsa University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA RAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Faira Nazarida Faesar; Adiratna Sekar Siwi; Amelia Andini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.2837

Abstract

Ketidakpastian kesembuhan pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) berpotensi menimbulkan kecemasan pada keluarga. Kondisi kritis pasien, keterbatasan interaksi, serta keterbatasan informasi dari tenaga kesehatan menjadi faktor yang melemahkan beban psikologis keluarga. Selain itu, durasi perawatan yang panjang di ICU dapat meningkatkan tekanan emosional dan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan secara rasional. Kecemasan yang dialami oleh anggota keluarga pasien yang menerima perawatan di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Margono Soekarjo akan menjadi fokus penelitian ini. Tim peneliti dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan metodologi kuantitatif berdasarkan korelasi deskriptif. Sebanyak delapan puluh tiga keluarga pasien yang setuju untuk berpartisipasi dipilih secara acak untuk penelitian ini. Kuesioner kecemasan yang disebut Skala Kecemasan Penilaian Diri Zung (ZSAS) dan lembar untuk mengukur lamanya rawat inap digunakan sebagai instrumen. Untuk menganalisis data, uji korelasi Spearman Rank digunakan. Sebagian besar pasien memiliki lama rawat inap sedang (4-7 hari), dan sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan. Uji statistik menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan keluarga dan lama rawat inap (p < 0,05). Lamanya waktu yang dihabiskan pasien di unit perawatan intensif (ICU) merosot langsung dengan tingkat kecemasan keluarga. Hasil ini menunjukkan bahwa lama rawat pasien menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kondisi psikologis keluarga. Oleh karena itu, diperlukan dukungan psikologis dan komunikasi yang efektif dari tenaga kesehatan kepada keluarga selama proses perawatan intensif.