Arinda Rahmi Auliani
Universitas Islam Negri Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Fiqih Puasa Senin Kamis dalam Pembentukan Kontrol Diri dan Disiplin pada Siswa Imam Tauhid; Nelpa Sari; Dinda Rizqiya; Arinda Rahmi Auliani; Bunga Jhanati Reonie
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puasa Senin–Kamis merupakan amalan sunnah yang memiliki nilai spiritual, moral, dan edukatif tinggi dalam pembentukan karakter siswa, khususnya kontrol diri dan disiplin. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi fiqih puasa Senin–Kamis, dasar hukumnya, serta keterkaitannya dengan pembentukan kontrol diri dan disiplin pada siswa dalam konteks pendidikan karakter Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, mengacu pada literatur Al‑Qur’an, hadits, karya fikih, serta kajian pendidikan Islam dan psikologi pendidikan. Populasi kajian berupa literatur yang relevan tentang puasa Senin–Kamis, fiqih, pendidikan karakter, dan pengembangan kontrol diri, dengan seleksi purposif terhadap dokumen yang memiliki DOI, relevansi tematik, serta keterjangkauan melalui database Google Scholar. Instrumen utama adalah teks fikih dan kajian pendidikan, dianalisis melalui analisis deskriptif‑analitis dengan koding, kategorisasi, dan interpretasi tematik, kemudian diverifikasi dengan konsistensi internal temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa Senin–Kamis berfungsi sebagai praktik latihan mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan manajemen waktu, menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, serta kecerdasan emosional dan spiritual, yang berdampak positif pada disiplin, pengendalian emosi, dan perilaku religius siswa. Kesimpulan menyebutkan bahwa fiqih puasa Senin–Kamis dapat dijadikan kerangka sistematik sebagai alat pembentukan karakter berbasis ibadah, sekaligus menyarankan penguatan program pembiasaan terstruktur dalam kurikulum pendidikan karakter di sekolah