Rafiqah Yusna Siregar
Pendidikan Bahsa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Media Digital Berbasis AI (ChatGPT dan Gemini) untuk Perbaikan Tata Bahasa dalam Penulisan Akademik Husna Husna; Taufik Kusuma Panjaitan; Muhammad Ripai; Dhea Amalia; Rafiqah Yusna Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37321

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media digital berbasis kecerdasan buatan (AI), yaitu ChatGPT dan Gemini, sebagai alat perbaikan tata bahasa dalam konteks penulisan akademik. Penelitian tindakan kelas (PTK) diterapkan pada 20 mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di sebuah universitas di Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test penulisan esai akademik, analisis output AI. editing akademik, dengan rekomendasi pengembangan panduan etis dan pelatihan literasi AI bagi pendidik. Implikasi praktisnya mendukung transformasi digital dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menganalisis 20 sampel penulisan akademik. Data diolah melalui tahap identifikasi kesalahan awal berdasarkan kaidah tata bahasa Indonesia, penerapan koreksi AI, serta evaluasi pengukuran menggunakan analisis baca dan catat, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual untuk mengukur akurasi dan relevansi saran. Data dianalisis menggunakan teknik baca dan catat, klasifikasi data, dan interpretasi kontekstual untuk menentukan jenis pergeseran makna yang terjadi. Hasil menunjukkan bahwa ChatGPT unggul dalam koreksi tata bahasa kontekstual (akurasi 92%), sementara Gemini lebih efektif untuk saran gaya penulisan (akurasi 88%). Peningkatan skor tata bahasa peserta mencapai 35% pasca intervensi, dengan waktu pengeditan berkurang hingga 50%. Namun, tantangan seperti ketergantungan berlebih dan bias AI perlu diatasi melalui pedagogi integrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital AI berpotensi merevolusi proses.