Muhammad Rizki Jasmanda
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kesiapan Perencanaan Program Desain Olahraga Daerah (DOD) Kabupaten Aceh Selatan Muhammad Rizki Jasmanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37372

Abstract

Desain Olahraga Daerah atau DOD merupakan dokumen strategis yang menjadi landasan bagi pengembangan olahraga di tingkat daerah. Lahirnya mandat penyusunan DOD sebagai turunan kebijakan Desain Besar Olahraga Nasional menuntut setiap daerah memiliki arah pembangunan olahraga yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Kabupaten Aceh Selatan hingga saat ini belum memiliki dokumen DOD yang resmi, sehingga pembinaan olahraga berjalan tanpa pola yang terstruktur dan berdampak pada rendahnya capaian prestasi olahraga daerah dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesiapan perencanaan Program Desain Olahraga Daerah Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada tiga narasumber, yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta dua Ketua Bidang terkait. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus evaluasi mencakup pemahaman tentang DOD, regulasi dan kebijakan, kelembagaan dan koordinasi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, strategi perencanaan, dukungan anggaran, serta tantangan pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan perencanaan DOD di Kabupaten Aceh Selatan masih belum siap karena belum memiliki dokumen DOD yang baku, pemahaman tentang konsep DOD masih terbatas, dan belum ada regulasi daerah seperti Qanun atau Perbup sebagai landasan legal. Kelembagaan belum memiliki unit khusus penyusunan DOD, koordinasi antarinstansi masih dilakukan hanya saat diperlukan, serta kapasitas SDM dan kondisi sarana prasarana belum memadai. Faktor terbesar yang menghambat adalah keterbatasan anggaran daerah, ditambah minimnya dukungan kebijakan dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam membudayakan olahraga.