Lucky Taufik Sutrisno
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ngindung ka Waktu, Mibapa ka Jaman: Educational Values in Sundanese Proverbs and Their Implications for Elementary Character Education Lucky Taufik Sutrisno; Mamat Supriatna
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2859

Abstract

The Sundanese proverb "Ngindung ka waktu, mibapa ka jaman" embodies educational values balancing tradition preservation with contemporary adaptation, yet remains underexplored as a pedagogical framework for nationalism-based character education in elementary schools. This study examined how educational values embedded in this proverb manifest in Kampung Adat Cireundeu community practices and their implications for elementary education. Employing ethnographic case study design, data were collected through participant observation, semi-structured interviews with traditional leaders (n=2), elementary teachers (n=3), and community members (n=5), and document analysis. Data were analyzed using Miles et al.'s (2014) descriptive analysis framework with methodological triangulation ensuring validity. Five core educational values emerged: love for cultural heritage, social responsibility, unity, adaptive capacity, and independence. These values manifested through concrete practices including cassava-based food self-sufficiency, mutual cooperation (gotong royong), selective technology adoption, and intergenerational knowledge transmission. Comparative analysis revealed philosophical consistency across Indonesian ethnic proverbs. Successful curriculum integration required teacher ethnopedagogical training, curriculum flexibility, and community-school partnerships. The proverb functions as a living pedagogical framework demonstrating that indigenous communities can simultaneously preserve cultural identity while engaging modernity. Findings provide evidence-based guidance for integrating local wisdom into character education curricula, positioning traditional knowledge systems as vital resources for developing culturally grounded, nationally coherent educational frameworks applicable beyond Indonesian contexts.
Analisis Konten Kampanye Airin Rachmi Diany di Media Sosial Instagram: Studi Kasus Pemilihan Gubernur 2024 Alya Hana Pramonoputri; Cecep Safa’atul Barkah; Lina Auliana; Tetty Herawaty; Lucky Taufik Sutrisno; Christin Dwi Putri Septian
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v6i2.198

Abstract

Pemilu 2024 menunjukkan transformasi besar dalam cara politisi berkomunikasi dengan pemilih, melalui media sosial khususnya Instagram merupakan platform utama dalam kampanye politik. Artikel ini menganalisis konten kampanye Airin Rachmi Diany di Instagram untuk Pemilihan Gubernur 2024, dengan fokus pada bagaimana elemen-elemen konten seperti citra diri, empati, nilai-nilai, keharmonisan, dan hubungan dengan pemilih digunakan untuk membangun citra dan menarik perhatian audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis framing untuk menilai postingan Instagram Airin Rachmi Diany dan respons audiens. Temuan menunjukkan bahwa konten yang menonjolkan citra diri dan keharmonisan memperoleh keterlibatan tertinggi, sementara elemen lainnya, seperti empati dan komunikasi nilai, kurang menarik perhatian audiens dalam meningkatkan keterlibatan. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya menciptakan konten yang relevan dan emosional dalam kampanye politik di era digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan alat komunikasi yang dapat membangun hubungan dengan pemilih dan memperkuat citra publik.