Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Game Based Learning With Local Wisdom: Developing A Snakes And Ladders Media For Folklore Education In Elementary Schools Nurul Aswar; Sulastri Sulastri; Sukirman Sukirman
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i2.3406

Abstract

This study aimed to develop and evaluate the feasibility of a Snakes and Ladders learning medium integrating the Sawerigading folktale and local wisdom values for fifth-grade folklore instruction in Indonesian elementary schools. A Research and Development (R&D) design guided by the ADDIE model was employed, with one classroom teacher and 18 fifth-grade students at SDN 269 Lambatu, East Luwu Regency, as research subjects, selected through purposive sampling. Data were collected via observation, semi-structured interviews, questionnaires, and documentation, and analyzed using a mixed-methods approach. Needs analysis revealed that 100% of students preferred game-based learning, while teachers reported overreliance on conventional textbook-based instruction. The developed medium incorporated 36 game squares embedding comprehension questions and cultural reflection tasks drawn from the Sawerigading narrative. Expert validation yielded scores of 82.50% (media), 83.33% (content), and 80.00% (cultural), all within the valid to very valid category. Practicality testing produced scores of 91.56% from students and 91.66% from the teacher, both classified as very practical. These findings confirm that traditional game mechanics and regional folklore can be systematically synthesized into a culturally coherent and pedagogically sound instructional medium. This study contributes a replicable, ADDIE-based model for culturally responsive learning media development applicable across diverse regional contexts in Indonesia.
Pengembangan e-Modul untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan pada Siswa Fase A Nurul Aswar; Sukmawaty Sukmawaty; Nurhalifah Nurhalifah
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.7686

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi bagi keberhasilan belajar siswa. Namun, hasil observasi di SDN 109 Balebo menunjukkan bahwa sebagian besar siswa Fase A masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, melafalkan suku kata, dan membaca kata sederhana sehingga penting untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa kelas awal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul elektronik membaca permulaan yang layak dan praktis digunakan dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan. pada siswa Fase A SDN 109 Balebo. Pengembangan dilakukan menggunakan model 4D yang mencakup tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Pendefinisian dilakukan melalui analisis kebutuhan siswa dan guru, sedangkan perancangan menghasilkan struktur dan tampilan modul. Selanjutnya, modul divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, kemudian diuji kepraktisannya terhadap siswa dan guru. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menentukan tingkat validitas dan kepraktisan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa memberikan respons positif terhadap kebutuhan bahan ajar interaktif dan visual. Modul memperoleh kategori valid hingga sangat valid dengan persentase penilaian ahli masing-masing sebesar 78,84% (media), 84,37% (materi), dan 89,28% (bahasa). Uji praktikalitas menunjukkan bahwa modul sangat praktis menurut siswa dengan persentase 82,68% dan menurut guru dengan persentase 91,66%. Temuan ini menunjukkan bahwa modul elektronik membaca permulaan mudah digunakan, menarik, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.