Terdapat 4 kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang masih tergolong sebagai daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang kesulitan mengakses listrik. Padahal, Provinsi Sulawesi Tenggara berpotensi besar untuk mengkonversi limbah padi menjadi energi listrik, sebagaimana tercatat sebagai penghasil padi terbesar ke-4 nasional pada tahun 2024. Namun, saat ini belum ada teknologi yang mendukung implementasi nyata potensi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengatasi tantangan pengolahan limbah padi sebagai energi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) yang belum optimal di Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk itu dikembangkan website Strawergize, sebuah website berbasis Community-based Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), yang dirancang untuk mendukung distribusi energi terbarukan dari limbah padi di daerah 3T Provinsi Sulawesi Tenggara. Community-based SCADA mengintegrasikan website dengan alat yang dipakai untuk mengawasi, mengendalikan, dan mengumpulkan data dari proses pengelolaan PLTBm. Metode penelitian mencakup analisis 4A, PESTEL, Porter’s Five Forces, Stakeholders, dan evaluasi AIDA. Data dikumpulkan melalui analisis sekunder mengenai kondisi eksisting dan studi literatur. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa limbah padi memiliki kandungan zat mudah terbakar yang sangat tinggi dengan nilai kalor atas mencapai 13,82 MJ/kg. Diperkirakan, potensi energi jerami dan sekam padi di Provinsi Sulawesi Tenggara masing-masing mencapai 9.600 GJ/Tahun dan 1.700 GJ/Tahun. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa website Strawergize dengan Community-based SCADA berpotensi efektif untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan mengatasi tantangan konversi limbah padi menjadi listrik. Dengan demikian, website Strawergize dapat mendukung distribusi energi terbarukan di daerah 3T Provinsi Sulawesi Tenggara.