Penelitian ini menganalisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi gedung bertingkat. Sektor konstruksi merupakan penyumbang kecelakaan kerja tertinggi, Berdasarkan data Canadian Centre for Occupational Health and Safety tahun 2021, banyak pekerja cedera setiap tahun karena jatuh. Statistik menunjukkan bahwa mayoritas (67%) jatuh terjadi di permukaan yang sama akibat terpeleset dan tersandung. Sisanya 30% adalah jatuh dari ketinggian. Pekerjaan konstruksi bangunan tinggi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada aktivitas kerja di ketinggian yang melibatkan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT). Risiko tersebut meliputi jatuh dari ketinggian, kegagalan peralatan, serta perilaku kerja tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi bangunan tinggi berdasarkan Peraturan Nomor 10 Tahun 2021 tentang pedoman keselamatan konstruksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah data sekunder yaitu laporan kecelakaan konstruksi oleh Komite Keselamatan Konstruksi. Analisis yang digunakan adalah analisis arsip, dimana laporan tersebut dipetakan untuk menghasilkan statistik kecelakaan konstruksi berdasarkan dampak kecelakaan, dan penyebab kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung menjadi peringkat pertama jenis proyek konstruksi dengan persentase sebesar 35% berdasarkan komite keselamatan konstruksi. Ditemukan bahwa penyebab kecelakaan didominasi oleh faktor manusia dan peralatan kerja yang akan berdampak pada kerusakan bangunan itu sendiri dengan persentase sebesar 65%.