This Author published in this journals
All Journal SAINTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Rekayasa Filter Box untuk Reduksi Total Suspended Solids (TSS) Air Asam Tambang dalam Mendukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Muhammad Isra Ahdyannor
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan akibat oksidasi mineral sulfida yang menghasilkan pH rendah dan tingginya konsentrasi Total Suspended Solids (TSS). Konsentrasi TSS yang tinggi dapat menurunkan kualitas perairan dan mengganggu keseimbangan ekosistem akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem filter box sebagai metode passive treatment dalam menurunkan TSS pada pengolahan AAT. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitik berbasis rekayasa teknik lingkungan. Objek penelitian adalah air asam tambang yang diolah menggunakan filter box berbahan beton dengan media filtrasi berlapis berupa arang, batu, sikat, dan ijuk yang ditempatkan di antara dua kompartemen kolam settling pond. Pengukuran konsentrasi TSS dilakukan pada inlet dan outlet sistem filtrasi, kemudian dianalisis untuk menentukan efisiensi penurunan TSS dan dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TSS menurun dari 248 mg/L sebelum pengolahan menjadi 55 mg/L setelah melalui filter box, dengan efisiensi penghilangan sekitar 78%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem filter box memiliki kinerja yang baik dalam menurunkan beban padatan tersuspensi pada AAT. Meskipun demikian, peningkatan kinerja masih dapat dicapai melalui optimasi konfigurasi media, laju alir, serta pengelolaan pemeliharaan media filtrasi. Secara keseluruhan, filter box berpotensi menjadi solusi pengolahan AAT yang sederhana, berbiaya relatif rendah, dan mendukung pengelolaan lingkungan pertambangan yang berkelanjutan.