Penelitian ini berjudul “Pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka”, setelah dilakukannya observasi ditemukan permasalahan yaitu, masih adanya sebagian pegawai yang belum maksimal dalam melaksanaan tugas pokok masing-masing pegawai, mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas pelayanan secara tepat waktu dan kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan dan organisasi. Permasalahan tersebut diduga karena Kepala Dinas kurang melibatkan pegawai dalam proses pengambilan keputusan, kurang memberikan perhatian tertulis dalam membahas insentif tambahan dan memberikan delegasi tugas kepada pegawai yang kurang tepat. Alat ukur yang digunakan yaitu variabel X adalah motivasi menurut Malayu Hasibuan, yaitu asas mengikutsertakan, asas komunikasi, asas pengakuan, asas wewenang yang didelegasikan, asas adil dan layak, dan asas perhatian timbal balik. Dan untuk variabel Y adalah moeheriono yaitu efektif, efisien, kualitas, ketepatan waktu, produktivitas dan keselamatan. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methods yaitu metode penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif yang menggunakan analisa data concurrent triangulasi. Adapun populasi sebanyak 36 orang pegawai dan sampelnya 35 orang pegawai, dengan menggunakan teknik sampel jenuh dan rumus persentase. Berdasarkan pembahasan analisa data diperoleh bahwa penerapan asas-asas motivasi oleh Kepala Dinas baru mencapai rata-rata 68% dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka baru mencapai rata-rata 67,7%. Sehingga berdampak dari asas motivasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial baru mencapai cukup baik yang akan berdampak pada peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan: “Jika pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas berdasarkan asas-asas motivasi, maka kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka meningkat.